Dariuraian di atas sudah jelas bahwa RPP Seni Budaya yang terbaru berbeda dengan RPP K13 sebelumnya, mungkin RPP Seni Budaya versi mendikbud No. 14 Tahun 2019 lebih simpel dan lebih praktis dari sebelumnya, oleh karena itu barangkali ada yang sedang membuthkan file administrasi seni budaya silahkan download link di bawah ini semoga bisa MenurutKartono (1980: 142) pengertian observasi diberi batasan sebagai berikut: "studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan pengamatan dan pencatatan". Selanjutnya dikemukakan tujuan observasi adalah: "mengerti ciri-ciri dan luasnya signifikansi dari inter relasinya elemen-elemen PembelajaranSeni Budaya dan Prakarya di SDN Inti Kebun Bunga 5 Banjarmasin Berilah tanda √ pada kolom yang sesuai dengan aspek yang diamati ! No. Aspek yang Diamati Sangat baik (4) Baik (3) Cukup Baik (2) Kurang (1) 1. Keadaan fisik dan lingkungan sekolah Halaman sekolah bersih, sejuk, asri √ NOKARYAASPEK YANG DIAMATIURAIAN HASIL PENGAMATAN1Unsur-unsur rupa yang menonjol-Titik .Dari kumpulan titik itu sehingga terbentuklahgambartersebutyang menyerupai manusia .-Warna . Selamadan setelah proses pembelajaran peserta didik diharapkan dapat: 1. Menjelaskan konsep dasar seni rupa dua dimensi. 2. Menganalisis unsur seni rupa dua dimensi. 3. Menjelaskan prisnsip seni rupa dua dimensi. 4. Menjelaskan teknik dalam membuat seni rupa dua demensi. KementerianPendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Guru Mata Pelajaran seni budaya kelas XJakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku siswa Mata Pelajaran seni budaya kelas X Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 4. Modul/bahan ajar, 5. internet, 6. . A. Jenis Penampilan Vokal Solo/Tunggal Bernyanyi merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi siapa sajayang sedang bahagia, sedih, atau pun dalam keadaan yang tidak menentu,karena dengan bernyanyi hati menjadi terwakilkan lewat alunan musikdan lirik lagu yang indah. Ada beberapa jenis penampilan bernyanyiyang sering kita lihat di televisi atau pun secara langsung di sebuahpanggung. Ada yang bernyanyi sendiri dengan diiringi musik dari CD,ada juga yang tampil dengan band lengkap, lalu ada juga yang bernyanyibersama-sama lebih dari dua orang. Semua penampilan tersebuttentunya memiliki keunikan dan sisi menarik yang berbeda, karenamemang dari segi persiapan dan sarana pun akan memiliki detail yangberbeda di setiap jenis penampilan. Jenis penampilan vokal solo/tunggalseringkali dinilai penampilan yang paling sederhana dan tidak banyakmembutuhkan banyak sarana dan prasarana, padahal sebenarnya samasaja. Setiap penampilan vokal solo justru memiliki beban yang lebih beratkarena seluruh keberhasilan penampilannya sangat tergantung kepadasang vokalis atau penyanyi itu sendiri. Berikut ini adalah hal-hal yangharus benar-benar dipahami dan disiapkan seorang vokalis yang akanbernyanyi solo/tunggal. B. Materi Vokal Nyanyikanlah sebuah lagu pilihan bersama, lakukan pengamatanterhadap dua orang temanmu pada saat menyanyikan lagu apa saja perbedaan yang dapat kamu dengar dantuliskanlah pada tabel berikut Nama Siswa Hasil Pengamatan 1. 2. Dari uraian yang telah dibuat di atas, akan ada perbedaan mendasarterhadap materi vokal yang dimiliki oleh dua orang yang berbeda, yaitu Warna suara/timbre Bunyi atau suara satu siswa berbeda dengan siswa yang lainnya, hal ini dikarenakan getaran-getaran yang dihasilkan bentuk masing- masing pita suaranya berbeda. Perbedaan ukuran pita suara Seni Budaya 41merupakan pemberian dari Tuhan yang akan menghasilkan frekuensisuara masing-masing juga. Dari perbedaan inilah dihasilkan warnasuara yang berbeda. Warna suara ini jika dilatih dengan teknik vokalyang benar akan menghasilkan karakter vokal yang Wilayah NadaKemampuan seseorang dalam mencapai ketinggian dan rendahnyanada menyebabkan seseorang memiliki wilayah nada tertentu. Setiaporang memiliki wilayah nada yang berbeda-beda sesuai denganketebalan pita suara yang dimilki juga upaya seseorang itu dalammengolah teknik vokalnya. Dengan kata lain, wilayah nada seseorangbisa bertambah dan berkurang sesuai dengan intensitasnya dalamberlatih olah vokal. Berikut ini pengelompokan wilayah nada Suara anak-anak Wilayah nada suara laki-laki dan perempuan pada usia anak- anak mempunyai ketinggian yang sama. Perbedaan akan terjadi ketika anak laki-laki beranjak dewasa, ada perubahan wilayah nada berdasarkan perubahan fisik yang mereka alami, misalnya tumbuhnya jakun di leher laki-laki. Batas wilayah nada yang dimiliki anak-anak adalah sebagai a. Suara anak-anak tinggi, wilayah nadanya c’ – f’ b. Suara anak rendah, wilayah nadanya a – d’’ Suara wanita a. Sopran = Suara tinggi wanita, wilayah nadanya c’- a’’ b. Mezo Sopran = Suara sedang wanita, wilayah nadanya a - f’’ c. Alto = Suara rendah wanita, wilayah nadanya f – d’’ Suara pria a. Tenor = Suara tinggi pria, wilayah nadanya c – a’’ b. Bariton = Suara sedang pria, wilayah nadanya a – f’ c. Bass = Suara rendah pria, wilayah nadanya f – d’Pengetahuan tentang wilayah nada ini benar-benar harus diketahuioleh siswa yang akan bernyanyi, jangan sampai siswa memaksakanmenyanyikan lagu dengan nada dasar yang di luar jangkauan wilayahnada yang dimilikinya. Jika dipaksakan, maka suara akan terdengarsumbang bahkan bisa merusak pita mengecek wilayah siswa dapat menggunakan alat musikpiano atau keyboard dengan panduan seperti gambar di bawah Kelas IX SMP/MTsPenyanyi harus mempelajari dan mengasah teknik vokal atau teknikbernyanyi yang baik, agar dapat membawakan lagu dengan baik dan Sumber Penotasian oleh Masripah Gambar Gambaran wilayah kepada lima orang teman kamu untuk mengikuti bunyi nadapiano atau keyboard secara berurutan dari nada terendah sampai nadatertinggi yang bisa dicapai. Setelah itu, tuliskan hasilnya pada Nama Siswa Wilayah Nada ... s/d ... Setelah mendata wilayah nada masing-masing siswa, nyanyikanlahlagu berikut dengan nada dasar iringan dari guru sesuai wilayah nadamasing-masing siswa. Seni Budaya 43Sumber Penotasian oleh Masripah Gambar Lagu populer untuk mendata wilayah nada siswa. C. Teknik Vokal Bernyanyi merupakan kegiatan yang menyenangkan baik bagipendengarnya maupun bagi penyanyinya sendiri. 44 Kelas IX SMP/MTsSeseorang yang bernyanyi dengan menggunakan teknik vokal yang benarniscaya dia akan menghasilkan suara yang baik dan layak sebuah konser dua penyanyi solo Indonesia. Amati dengansaksama dan uraikan hasil pengamatan siswa pada tabel berikut ini!Setelah dipraktikkan hasil data dari pengamatan di atas, berikutini tahapan teknik vokal yang baik yang juga harus dipahami dandipraktikkan oleh siswa sebelum mulai bernyanyi solo/ Kriteria Penyanyi Solo 1 Penyanyi Solo 2 Pegamatan ............................. ............................1. Sikap bernyanyi. Cara mengolah2. napas pada saat bernyanyi. Gerak mulut3. pada saat bernyanyi. Pengkalimatan dalam4. menempatkan napas pada saat bernyanyi. Cara5. pengucapan kata per kata. Mimik wajah6. pada saat bernyanyi. Gerakan tubuh7. pada saat Kostum dan Penampilan. Seni Budaya Sikap Bernyanyi Bernyanyi yang baik harus diawali dengan sikap bernyanyi yang baikpula, karena sikap berdiri yang baik ini dapat memaksimalkan tenagauntuk bernyanyi. Berikut ini cara berdiri yang baik pada saat bernyanyi. Badan tegak dan rileks, kaki dibuka sedikit. Berat badan bertumpu di kedua kaki dengan seimbang. Dada dibusungkan tapi tetap rileks. Pandangan lurus ke depan. Posisi tangan rileks di samping kiri Pernapasan Diafragma Pernapasan yang dianjurkan digunakan pada saat bernyanyi yaitupernapasan diafragma. Di dalam diafragma ini, terdapat otot yang jika Sumber perahuawanaelogym. Gambar Posisi berdiri yang baik untuk dilatih dengan olah napas akan menjadi lebih kuat sehingga dapatmemperpanjang durasi keluarnya napas kita pada saat bernyanyi. Ototdiafragma ini juga dapat menjadi sumber tenaga yang besar untukmencapai nada tinggi dan menambah tenaga, pada saat bernyanyi. Jikapada saat bernyanyi olah pernapasan dan sumber tenaga bermuara didiafragma, maka suara juga akan lebih bulat dan bening. Selain itu,tenggorokan kita tidak akan terasa sakit dan mudah lelah. Berikut initahapan berlatih olah pernapasan diafragma. Ambil napas melalui hidung atau mulut, bayangkan seperti mencium bau parfum dengan lembut, lalu udara langsung masuk ke ruang diafragma dan seketika otot diafragma akan mendesak ke bagian depan dan seluruh udara menyebar di diafragma sampai ke samping dan bagian belakangnya. 46 Kelas IX SMP/ Tahan napas tersebut kira-kira 5 detik, rasakan benar otot diafragma makin kencang Lalu, keluarkan napas tersebut dengan lembut, mengeluarkan suara desis halus dan rata sambil dihitung berapa detik siswa dapat menghabiskan napas dengan desis tersebut. Suara desis ini bisa diganti dengan suara menyerupai lebah misalnya zzzz... atau tiupan ffffff.... yang penting keluarnya udara rata dan stabil. Ulangi beberapa kali latihan di atas sambil berupaya agar banyaknya hitungan desis yang dikeluarkan semakin banyak setiap kali berlatih. Semakin bertambah durasinya, berarti kekuatan otot diafragma siswa pun bertambah terbiasa melakukan olah pernapasan seperti di atas, mulailahuntuk memproduksi suara pada saat bernyanyi dengan sumber tenagadari kekuatan otot Resonansi Dalam bernyanyi, seseorang harus dapat menggemakan suaradengan cara menempatkan sumber suara agar suara lebih keras padasaat dikeluarkan dan sampai kepada pendengar. Proses menggemakansuara ini disebut dengan Bunyikan suara menyerupai sirine dari rendah ke tinggi sampaipaling tinggi dan kembali lagi sampai ke yang paling rendah. Untukyang kedua kalinya, rasakan perlahan udara yang menjadi sumber suarakita akan berjalan dari dada ke mulut ke wajah sampai ke kepala sesuaidengan ketinggian nada tertentu. Uraikanlah pengalaman ini ke dalambentuk lisan dalam sebuah diskusi singkat. Setelah melakukan kegiatan di atas, siswa dapat merasakan bahwadalam membunyikan nada dengan ketinggian tertentu, penempatanpantulan sumber suaranya berbeda-beda. Penempatan pantulan sumberbunyi ini yang harus dipelajari dan dipraktikkan saat bernyanyi. Ada 3 jenis resonansi atau tempat memantulkan sumber bunyi sesuaifungsinya, yaitu Resonansi Dada Memantulkan sumber bunyi pada bagian dada akan menghasilkan suara rendah. Jika akan memproduksi suara yang rendah, hendaklah menggunakan resonansi dada agar nada rendah dapat dicapai dengan tepat dan Budaya Resonansi Hidung Memantulkan sumber bunyi pada bagian wajah seputar hidung yaitu meliputi tulang rahang mulut sampai ke pipi, akan menghasilkan suara sedang yang tepat dan halus. Selain itu juga, kerja tenggorokan tidak terlalu berat dan tidak mudah lelah. Suara yang dihasilkan pun akan terdengar lebih bening dan Resonansi Kepala Memantulkan sumber bunyi pada bagian kepala akan menghasilkan suara tinggi dan halus. Untuk dapat menghasilkan nada-nada tinggi yang tepat dan halus, resonansi kepala ini harus juga di-support dengan kerja otot diafragma yg maksimal juga. Jangan sekali-kali memaksakan memproduksi suara tinggi di tenggorokan, karena sudah pasti nadanya tidak akan sampai dengan tepat, suara tidak bening dan akan terasa sakit di tenggorokan, dan jika hal ini sering dilakukan maka akan merusak kualitas pita mengetahui jenis resonansi, hendaknya siswa membiasakanbernyanyi dengan menggunakan resonansi yang tepat sesuai kebutuhannada yang ingin Artikulasi dan Gerak Mulut Bernyanyi yang baik tidak bisa terlepas dari pengucapan kata-katayang ada pada lirik lagu dengan Phrasering/Pengkalimatan Phrasering atau pengkalimatan merupakan teknik vokal yangmengatur tentang pengelompokkan kalimat di mana vokalis dapatmengambil napas pada setiap jeda antarkalimat. Pengkalimatan inihendaknya dilakukan sebelum memulai bernyanyi, beri tanda pada jedaantarkalimat sehingga ketika bernyanyi siswa akan tepat mengambilnapas sesuai makna Tulis atau cetak lirik lagu pilihan siswa, kemudian beri tandakoma , di atas atau di bawah pada jeda setiap kalimatnya. Setelahitu nyanyikanlah lagu tersebut bersama-sama teman sekelas, pastikansemua siswa bernapas di tempat yang sudah diberi tanda untuk bernapas. 48 Kelas IX SMP/ Ekspresi Mimik dan Gestur Pada saat bernyanyi, hendaknya siswa memberikan ekspresi sesuaidengan tema lagu. Dengan begitu, makna lagu akan lebih mudah diterimaoleh pendengar. Ekspresi meliputi mimik wajah dan gestur atau Coba nyanyikanlah dua lagu berikut ini dengan ekspresi yang sesuaidengan tema dan makna Budaya 49Sumber Penotasian oleh Masripah Gambar Lagu Populer untuk melatih ekspresi Kelas IX SMP/MTsSumber Penotasian oleh MasripahGambar Lagu populer untuk melatih Budaya 51Setelah membaca dan memahami kedua lagu di atas, tentukanlahgambaran ekspresi seperti apa yang harus dilakukan, tuliskan padatabel di bawah ini!Lagu Mimik Wajah Gestur/Gerak Tubuh1. Kepompong ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... .......................................................2. Indonesia Jaya ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... D. Penampilan Coba perhatikan tayangan konser seorang penyanyi di TV atau secaralangsung di sebuah panggung yang besar, lihatlah bagaimana penampilanmereka. Dapat dipastikan seorang penyanyi yang profesional akanmempersiapkan penampilan mereka mulai dari baju atau kostum yangdigunakan, gaya rambut, sepatu, aksesoris, dan riasan wajah yang akandisesuaikan dengan tema acara, tema lagu, dan tempat yang menjaditempat tampil untuk bernyanyi. Hal ini dilakukan agar pertunjukkanmenyanyi mereka akan lebih indah dilihat dan berkesan. E. Latihan Improvisasi Lagu Secara Solo/Tunggal Improvisasi adalah melakukan sesuatu tanpa persiapan. Dalambernyanyi merupakan pengembangan ornamentasi pada sebuahlagu dengan tujuan agar lagu terdengar tidak membosankan danlebih menarik. Improvisasi ini tidak dilakukan pada semua bagianlagu, hanya pada bagian-bagian tertentu saja agar bentuk laguyang aslinya tetap jelas. Karena sifatnya untuk memperindah lagu,bayangkan saja improvisasi ini seperti renda yang dipasangkanhanya di sudut-sudut taplak meja, maka taplak tersebut akan 52 Kelas IX SMP/MTsterlihat lebih manis dan indah. Jika renda tersebut dipasangkansampai menutupi semua bagian taplak tentu taplak tersebut akanterlihat tidak indah dan terlalu berlebihan. Variasi lagu dapat dilakukan dengan mengubah tiga unsur lagusebagai berikut1. RitmisPerubahan dalam irama lagu, misalnya lagu yang diciptakandalam irama pop divariasikan dengan cara dibawakan denganiringan irama jazz atau MelodisBiasanya berupa penambahan nada dengan jarak nada DinamikaPerubahan bunyi keras dan lembut pada bagian lagu sesuaidengan kesan yang akan Tontonlah sebuah tayangan lagu yang dinyanyikan oleh tiga orangpenyanyi dalam waktu dan penampilan yang berbeda melalui youtube atauacara musik di TV. Tuliskanlah perbedaan improvisasi yang dilakukanoleh ketiga penyanyi tersebut pada satu lagu yang sama dan termasuk kedalam improvisasi apa, kemudian tuliskan hasil pengamatan siswa padakolom di bawah ini!Judul lagu ............................................Penyanyi asli ............................................Nama Penyanyi Lain Ritmis Cara Improvisasi Dinamikayang Membawakan Melodis1. ..........................................2. ..........................................3. .......................................... Seni Budaya 53F. Uji Kompetensi 1. Pengetahuan Jelaskanlah dengan tepat pertanyaan berikut ini! 1. Unsur-unsur apa saja yang harus dipersiapkan untuk sebuah penampilan vokal solo/tunggal yang baik? 2. Bagaimanakah cara berlatih vokal untuk dapat membiasakan penggunaan teknik vokal yang baik? 3. Bagian apa saja pada sebuah lagu yang dapat diimprovisasi? 2. Keterampilan Pilihlah sebuah lagu pilihan siswa sendiri yang paling disukai dan paling hafal, kemudian lakukanlah improvisasi pada bagian ritmis, melodis, dan dinamika dan nyanyikanlah di depan kelas secara individu! G. Rangkuman Bernyanyi secara solo/tunggal harus dipersiapkan dengan matang,karena penyanyi solo tersebut akan menjadi pusat perhatian di ataspanggung pada saat menyanyi. Persiapan yang harus dilakukan adalahdengan memahami materi vokal, teknik vokal yang baik, dan penampilanseperti apa yang terbaik yang dapat menunjang nyanyiannya. Seorangpenyanyi solo atau tunggal hendaknya dapat mengembangkanornamentasi lagu dengan cara berimprovisasi pada bagian lagu, yaituritmis, melodis, dan dinamika. Improvisasi ini merupakan hiasan yangdipersiapkan untuk memperindah lagu. Jadi, berhati-hatilah dalammelakukan improvisasi jangan sampai dibuat berlebihan dan keluar darijalur nada lagu yang asli. Perbanyaklah perbendaharaan lagu kalian,maka bayangan nada untuk berimprovisasi pun akan lebih banyak danvariatif. H. Refleksi Setelah kamu belajar bernyanyi lagu secara solo/tunggal danberimprovisasi pada lagu pilihan sendiri, isilah kolom di bawah ini 54 Kelas IX SMP/MTs1. Penilaian Pribadi ................................................................. Nama ................................................................. Kelas ................................................................. Semester ................................................................. Waktu penilaianNo. Pernyataan Ya Tidak1. Saya berusaha mengetahui jenis penampilan musik dengan menonton tayangan TV ataupun Saya berusaha mengklasifikasi lagu dan musisi yang saya dengarkan sesuai jenis musiknya dengan. Saya berusaha memahami materi vokal dengan Saya berusaha memahami teknik vokal yang baik dengan Saya berusaha menuangkan ide dan perasaan saya dalam menentukan improvisasi lagu yang saya pilih dengan Saya berusaha berlatih menyanyikan lagu dengan improvisasi dengan sungguh-sungguh. 2. Penilaian Antarteman .......................................................... Nama teman yang dinilai .......................................................... Nama Penilai .......................................................... Kelas .......................................................... Semester .......................................................... Waktu penilaian Seni Budaya 55No. Pernyataan Ya Tidak1. Berusaha belajar dengan sungguh-sungguh dalam memahami jenis penampilan musik Mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian sehingga dapat menggunakan teknik vokal yang baik pada saat bernyanyi solo/ Mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat Mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada pembelajaran bernyanyi dan improvisasi lagu solo/ Berperan aktif dalam bekerja sama membantu kesulitan teman dalam mengimprovisasi Menghargai kreativitas teman dalam mengimprovisasi Kelas IX SMP/MTsLagu Populer Bab IVdalam SajianVokal GrupAlur Pembelajaran Ciri-Ciri Vokal Grup Konsep Menyajikan Lagu Secara Vokal Grup Aransemen Vokal GrupLagu Populer dalam Menentukan Sajian Vokal Grup Lagu Populer LaƟhan yang Akan Mengembangkan Digubah atau Ornamentasi Lagu Diaransemen Populer Secara Vokal Mengransemen Grup Melodi Utama Menjadi Konsep Vokal GrupSetelah mempelajari Bab IV ini, siswa diharapkan mampu1. Menganalisis ciri-ciri vokal Mendeskripsikan tahapan aransemen vokal berdasarkan pembagian Menentukan lagu populer yang akan Melakukan aransemen atau mengembangkan ornamentasi lagu menjadi konsep vokal grup. Seni Budaya 57A. Konsep Menyajikan Lagu Secara Vokal Grup Materi lagu populer sudah dibahas di bab sebelumnya. Bab ini akanmembahas penyajian lagu populer ke dalam bentuk vokal grup yangtentunya akan menambah variasi hasil lagu yang akan didengarkannantinya. Vokal grup ini merupakan bentuk penyajian vokal yang lebihekspresif dibandingkan paduan suara, karena dalam menyajikan vokalgrup kita akan lebih mementingkan aspek keselarasan nada yang enakdidengar dan lebih ekspresif bukan berupa partitur lengkap sepertiaransemen lagu untuk kelompok paduan suara. Menyajikan lagu secara vokal grup dituntut untuk kreatif dalammemberikan variasi vokal yang menambah manis komposisi dapat lebih mengenal tentang vokal grup, ada baiknya kitaperhatikan hal-hal berikut ini1. Ciri-ciri vokal grup • Vokal grup terdiri dari beberapa penyanyi, biasanya terdiri dari 3 sampai 10 orang. • Aransemen vokalnya bebas dan dalam membawakan lagu sebuah vokal grup lebih dapat ekspresif, misalnya dengan memberikan gerakan yang sesuai untuk menunjang makna lagu. • Menggunakan improvisasi yang dominan. • Vokal grup dapat diiringi musik atau tidak diiringi musik acapella. Dari penjabaran tentang ciri utama vokal grup di atas, tuliskanlah kedalam kolom di bawah ini vokal grup yang kamu ketahui beserta judullagu populer yang mereka bawakan!No. Nama Grup Vokal Lagu Populer Kelas IX SMP/MTsNo. Nama Grup Vokal Lagu Populer 3. 4. 5. Aransemen vokal Sajian vokal grup yang langsung menyita perhatian adalah adanyaaransemen lagu yang tentunya akan berbeda dari melodi lagu ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagaiberikuta. Mencari melodi utama atau pokok dari lagu yang telah dipilih. Sumbernya dapat diambil dari format Mp3, CD, atau partitur Mencari akor atau harmoni. Akor dapat ditemukan dengan bantuan alat musik seperti piano atau Memecah suara. Untuk dapat memecah suara, diperlukan sedikit pengetahuan tentang akor, misalnya lagu dalam tangga nada Do=C susunan solmisasinya sebagai berikutTingkatan nada 1 2 3 4 5 6 7 8Nama notasi C D E F G A B C’Solmisasi do re mi fa sol la si doAkor yang digunakan dalam lagu Do=C berasal dari rangkaian nada diatas, setiap notasi akan menjadi not 1 dan untuk not 3 dan 5 dihitungsecara berurutan dan jika dijabarkan sesuai dengan rumusan 1 3 5, makasusunan nada pada akornya sebagai berikut. Seni Budaya 59Notasi Sifat Akor Akor Solmisasi Nada Do=C 13 5C Mayor C Do Mi SolD Minor Dm Re Fa LaE Minor Em Mi Sol SiF Mayor F Fa La DoG Mayor G Sol Si ReA Minor Am La Do MiB Diminished Bm Si Re Fa Setelah itu, dapat dilakukan memecah suara dengan acuan nada-nada yang harmoni sesuai akornya. d. Memberi nada untuk setiap suara. Tahap ini merupakan kelanjutan dari poin c, yaitu memberikan not pada setiap suara, misalnya dalam vokal grup akan dibagi 3 suara maka nada sudah tersedia berdasarkan akor yang dapat dilihat di tabel di atas. Sebagai contoh, akan dibuat vokal grup wanita dengan susunan 3 suara yaitu S, MS, dan A Sopran S, mezo sopran 2 MS, dan alto A. Jika melodi pokok atau utama lagu ada di sopran 1, maka sopran 2 dan alto tinggal menggunakan nada yang belum digunakan di akor tersebut sesuai dengan ketinggian nadanya. S do melodi utama Ms mi A sol digunakan sol rendah Contoh pembagian suara untuk vokal grup pria adalah Tenor, Bariton, dan Bass. Proses pembuatan aransemen vokalnya hampir sama langkahnya dengan vokal grup wanita di atas. Tenor do melodi utama Bariton mi Bass sol sol rendah60 Kelas IX SMP/MTse. Improvisasi lagu. Tahapan selanjutnya adalah mengemas sajian vokal grup lebih menarik, yaitu dengan membuat variasi nada pada melodi lagu di beberapa bagian saja dengan catatan pengembangan nada atau variasi nadanya harus tetap berjalan di akor yang sama. Variasi lainnya dapat dilakukan dengan menambahkan, misalnya intro dan akhir lagu yang menarik. Hal ini sangat tergantung pada kreativitas anggota vokal grup. Oleh karena itu, teruslah perbanyak perbendaharaan variasi nada dan improvisasi lagu dengan banyak mendengarkan karya vokal grup yang terkenal dan bagus. Cobalah kamu sebutkan vokal grup yang kamu ketahui besertadeskripsinya berdasarkan kolom berikut ini!No. Nama Grup Jumlah Judul Pembagian Personel Lagu Tugas Vokal Populer Seni Budaya 61B. Latihan Mengembangkan Ornamentasi Lagu Populer secara Vokal Grup Mengubah lagu populer secara vokal grup pada kesempatan ini lebihkepada mengaransemen lagu populer menjadi lebih variatif. Tahapanmengaransemen sebuah lagu populer hendaklah dipilih lagu yangmempunyai pola melodi utama mudah dipahami bentuknya, kemudiandipilih juga lagu yang dalam satu lagu tersebut hanya menggunakantanda birama yang sama dari awal sampai akhir. Pola lagu seperti ituakan lebih mudah dikembangkan menjadi konsep sajian vokal grup. Marilah kita mulai mencoba mengubah lagu populer, misalnya dipilihlagu pop ke dalam sajian vokal grup dengan langkah-langkah berikut ini1. Menentukan lagu pop yang akan digubah atau diaransemen Tentukan lagu yang memiliki bentuk lagu yang sederhanaberdasarkan a. Pola bentuk lagu yang mempunyai 2 bentuk, misalnya A dan B, A merupakan lambang untuk bait 1 lagu, B sebagai lambang untuk bait 2 dan apabila ada bait-bait berikutnya yang memiliki pola berbeda dengan bait 1 dan 2 bisa menggunakan lambang C dan seterusnya. Penggunaan lambang tersebut dalam sebuah rangkaian lirik lagu kedua bentuk ini bisa digunakan secara berurutan atau selang-seling atau berulang-ulang, misalnya A B A’ B’, A A’ B B’, atau A A’ B A’’A Contoh lirik lagu “Laskar Pelangi” yang dipopulerkan oleh grup band Nidji. A Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia Berlarilah tanpa lelah, sampai engkau meraihnya A’ Laskar pelangi takkan terikat waktu Bebaskan mimpimu di angkasa, warnai bintang di jiwa 62 Kelas IX SMP/MTsB Menarilah dan terus tertawa Walau dunia tak seindah surga Bersyukurlah pada Yang Kuasa Cinta kita di dunia selamanyaA’’ Cinta kepada hidup memberikan senyuman abadi Walau hidup kadang tak adil tapi cinta lengkapi kitaA Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia Berlarilah tanpa lelah, sampai engkau meraihnyaA’ Laskar pelangi takan terikat waktu Bebaskan mimpimu di angkasa, warnai bintang di jiwaB Menarilah dan terus tertawa Walau dunia tak seindah surga Bersyukurlah pada Yang Kuasa Cinta kita di dunia selamanyaA’’ Cinta kepada hidup memberikan senyuman abadi Walau hidup kadang tak adil tapi cinta lengkapi kitaSeni Budaya 63Sumber Penotasian oleh Masripah Gambar Pola melodi lagu Laskar Kelas IX SMP/MTsContoh selanjutnya lagu “Indonesia Jaya”, lagu ini dapat dikategorikan sebagai lagu pop yang memiliki melodi lagu dan lirik lagu yang bermakna baik. Bentuk lagu ini A B C, akan terlihat jelas dengan menganalisis lirik lagunya sebagai berikut. Lirik lagu “Indonesia Jaya” A Hari-hari terus berlalu Tiada pernah berhenti Seribu rintang jalan berliku Bukanlah suatu penghalang B Hadapilah segala tantangan Mohon petunjuk Yang Kuasa Ciptakanlah kerukunan bangsa Kobarkanlah dalam dada Semangat jiwa Pancasila C Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan Tanpa pengorbanan mulia adanya Berpegangan tangan satu dalam jiwa Demi masa depan Indonesia jaya Lirik lagu di atas dapat kita analisis berdasarkan bentuk lagunyayaitu Bait 1 pola A sebut saja sebagai pola A, yaitu pola lagu yang pertama Bait 2 pola B pada bagian ini sudah terjadi perubahan pola melodi dan pola irama lagu, jadi bisa ditentukan menjadi pola B Bait 3 Pola C pada bagian ini merupakan puncak lagu karena terjadi perubahan melodi ke nada yang lebih tinggi dari A dan BSeni Budaya 65Setelah kita menganalisis pola lagu tersebut, maka akan terlihatlahbagian lagu dengan mudah. Tentunya hal ini dapat mempermudah kitamenentukan di bagian yang mana yang akan dikembangkan ke dalamsajian vokal Mengaransemen melodi utama menjadi konsep vokal grup Tahapan selanjutnya adalah mengaransemen atau menggubah lagupopuler atau kita pilih saja, misalnya lagu pop satu suara ke dalam sajianvokal grup yang sederhana. Perhatikan contoh lagu pop satu suara berikut Sumber Penotasian oleh Masripah Gambar Contoh lagu pop satu suara. 66 Kelas IX SMP/MTsLagu “Indonesia Jaya” tersebut merupakan salah satu contoh lagupop satu suara yang akan diubah ke dalam sajian untuk vokal akan dijelaskan tahapan aransemen atau mengubah kedalam sajian vokal grup sebagai berikut. • Intro Intro merupakan melodi awal yang dinyanyikan sebelum masuk ke lagu intinya, intro ini dibuat untuk memberikan kesan yang lebih menarik dan lain dari lagu aslinya. Intro dapat diambil dari penggalan bentuk lagu yang dianggap paling menarik di lagu tersebut atau bisa saja intro ini dibuat sendiri sesuai dengan keinginan arrangernya. Yang penting, melodi yang dibuat masih sesuai akornya dengan lagu intinya. Berdasarkan partitur lagu “Indonesia Jaya” tersebut, kita bisamembuat contoh intro lagu seperti berikut ini Sumber Penotasian oleh penulis Gambar Contoh intro bagian intro dinyanyikan, langsung masuk ke lagu utama.• Pembagian tugas untuk variasi perbedaan suara Pada tahap selanjutnya, kita harus membagi tugas bagian- bagian vokalnya untuk memudahkan membagi variasi suaranya. Biasanya, sebuah kelompok vokal grup terdiri dari lebih dari satu orang dan maksimalnya 10 orang. Dari jumlah anggota ini bisa ditentukan bagian-bagiannya berdasarkan penjelasan pembagian tugas yang telah dibahas di atas. Pembagian suara bisa ditentukan dari jenis suara setiap anggotanya, siapa yang memiliki wilayah suara lebih tinggi, sedang, atau rendah. Jangan memaksakan seseorang yang memiliki wilayah nada rendah dan diberi tugas menyanyikan nada-nada tinggi atau sebaliknya, karena pada dasarnya setiap orang memiliki wilayah nada sendiri-sendiri. Setelah dibagi tugas vokalnya, mulailah merencanakan variasi nada yang harmonis sesuai dengan akor lagu tersebut pada bagian-bagian bentuk lagu yang akan dipecah suaranya. Pembagian suara yang sederhana bisa dimulai dengan membagi menjadi dua suara seperti berikut iniSeni Budaya 67Sumber Penotasian oleh penulis Gambar Contoh lagu untuk vokal grup dua Kelas IX SMP/MTs• Improvisasi Setelah langkah tersebut dilakukan dan sudah mendapatkan kepastian bentuk pembagian suaranya, kita dapat memperindah sajian vokal grup ini dengan memberikan improvisasi atau pengembangan ekspresi yang tetap berpatokan pada akor lagunya walaupun biasanya keluar dari melodi utamanya. Improvisasi ini diberikan tidak di semua bagian lagu, tetapi hanya di beberapa bagian lagu yang memungkinkan untuk diberikan variasi nada, biasanya di bagian lagu dengan not panjang. Improvisasi dalam sebuah vokal grup haruslah dikomunikasikan dan direncanakan, agar improvisasi tidak diulang-ulang dan tidak bersamaan antarpenyanyi sehingga tujuan improvisasi, yaitu memperindah lagu bisa tercapai dengan tepat. Pada partitur lagu di atas, contoh improvisasi banyak digunakan suara Mezzo sopran, jadi bukan dengan mencari harmonisasi dari melodi suara Sopran tapi mengembangkan bentuk melodinya lebih variatif, contohnya? Sumber Penotasian oleh penulisGambar Contoh bagian lagu yang mendapatkan Budaya 69• Akhir lagu Bagian akhir lagu merupakan ajang kreativitas dari para personel vokal grup atau arranger vokalnya. Pada bagian ini diharapkan arranger vokal dapat menciptakan akhir lagu yang menarik, sehingga pendengar terkesan dengan keseluruhan lagu yang dibawakan dan mendapatkan kesan yang sulit dilupakan. Tentunya bagian ending ini memerlukan kreativitas tinggi. Akhir lagu bisa diambil dari salah satu melodi pada bagian lagu yang paling menarik dan memiliki aksentuasi yang tegas atau juga bisa keluar sama sekali dari pola melodi utama lagu, yang penting selalu sesuai dengan akor lagunya. Sumber Penotasian oleh penulis Gambar Contoh bagian akhir lagu C. Uji Kompetensi Pengetahuana. Apa saja yang menjadi ciri-ciri dari vokal grup?b. Jelaskan tahapan mengaransemen lagu populer ke dalam bentuk vokal grup! Keterampilana. Buatlah kelompok untuk membuat vokal grup minimal 4 maksimal 8 orang, kemudian tentukan sebuah lagu populer yang akan dibawakan, aransemen lagu tersebut untuk menjadi sajian vokal grup. 70 Kelas IX SMP/MTsb. Nyanyikanlah lagu yang sudah diaransemen menjadi sajian vokal grup di depan kelas secara berkelompok. Materi lagu populer sudah dibahas di bab sebelumnya. Bab ini akanmembahas penyajian lagu populer ke dalam bentuk vokal grup yangtentunya akan menambah variasi hasil lagu yang akan didengarkannantinya. Vokal grup ini merupakan bentuk penyajian vokal yang bisadibilang lebih fleksibel dibandingkan paduan suara, karena dalammenyajikan vokal grup kita akan lebih mementingkan aspek keselarasannada yang enak didengar dan lebih ekspresif bukan berupa partiturlengkap seperti aransemen lagu untuk kelompok paduan suara. D. Rangkuman Membuat sajian lagu secara vokal grup merupakan rangkaian kegiatanmusik yang menyenangkan, karena di dalam proses pengubahannyamembutuhkan kreativitas yang dapat membuat sebuah lagu populer satusuara menjadi lebih dari satu suara dengan variasi nada yang ekspresifsesuai kebutuhan lagunya. Mengaransemen vokal grup akan lebih mudahdengan cara menentukan peran vokal yang tepat sesuai dengan wilayahnada setiap anggotanya. Aransemen lagu untuk vokal grup lebih bebasdan ekspresif, hal ini dapat disesuaikan dengan kreativitas pengubahnyayang penting setiap improvisasinya selalu berjalan di jalur akor yang samadengan lagu utamanya. E. Refleksi Mengubah lagu populer secara vokal grup dilakukan denganmengaransemen lagu pilihan kamu sesuai dengan keinginan kamuagar sajian lagu dalam bentuk vokal grup itu lebih menarik dan indahdidengar dari sajian lagu aslinya. Setelah mengaransemen lagu padakegiatan tugas di atas, lakukanlah penilaian diri dengan memberikantanda ceklis v pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu!Seni Budaya 71Dalam mengaransemen lagu 1234 Skorpopuler secara vokal grup, sayadengan benar melakukan hal1. Menentukan bentuk lagu populer sehingga jelas bagian-bagiannya dengan Membuat intro lagu yang menarik dengan Menentukan pembagian suara sesuai dengan kemampuan wilayah nada dengan tepat dan tidak Membuat improvisasi yang baik dan tidak Membuat ending lagu dengan kreativitas yang baik sehingga memiliki kesan yang Mengerjakan aransemen lagu secara vokal grup dengan sungguh-sungguh dan percaya Mengerjakan aransemen lagu secara vokal grup dengan me- munculkan kreativitas yang tinggi sesuai dengan kemam- puan Menghargai hasil aransemen lagu secara vokal grup yang telah saya Kelas IX SMP/MTsAktivitas Mengomunikasikan1. Kamu telah melakukan mengubah lagu populer dengan cara mengaransemennya untuk sajian secara vokal Buatlah deskripsi tentang pengalaman kamu dalam mengaransemen lagu populer ke dalam bentuk sajian secara vokal grup dalam sebuah Diskusikan hasil tulisan sehingga teman dapat memberikan kritik yang membangun untuk gubahan karya selanjutnya yang lebih baik Budaya 73Seni Tari Sumber Kemdikbud Gambar tari Kreasi74 Kelas IX SMP/MTsTari Kreasi Bab VAlur Pembelajaran PengerƟan Tari Kreasi Gerak Tari Kreasi Jenis Tari Kreasi Keunikan Gerak Tari Kreasi Setelah mempelajari Bab V ini, siswa diharapkan dapat mengapresiasidan berkreasi karya seni tari1. Memahami pengertian tari Mengidentifikasi jenis tari Memahami keunikan gerak tari Mengidentifikasi ragam tari Mengidentifikasi jenis tari Mengomunikasikan gerak tari kreasi baik secara lisan dan/atau tertulis. Seni Budaya 75Seni tari dalam perkembangannya terus mengalami perubahanmengikuti perkembangan zaman dan terkait dengan perkembangankehidupan masyarakat yang sangat signifikan, tidak terputus satu samalain melainkan saling berkesinambungan. Tari kreasi baru memilikikebebasan dalam penciptaan, beberapa koreografer yang memilikiinspirasi dari daerah-daerah lain. Sehingga tarian tersebut sering disebutdengan tari kreasi baru. Perhatikan pernyataan berikut ini, “Pernahkahkalian melihat karya seni tari yang mendapatkan pengaruh budaya daridaerah lain? Sebutkan jenis tari kreasi yang kalian ketahui? Apakahperbedaan antara seni tari tradisional dengan seni tari kreasi?” Ketika kamu menyaksikan sebuah pertunjukan tari, aspek apa saja yang kamu lihat? Coba kamu amati gambar di bawah ini untuk mengidentifikasi aspek-aspek tersebut! 1 23 Sumber Kemdikbud Sumber Kemdikbud Gambar Tari Kreasi Gambar Tari kreasi Sumatera 21/9/14 Jawa Barat 2014 Sumber Kemdikbud 6Gambar Tari Kreasi Betawi Juni 2014 4 5 Sumber Kemdikbud Gambar Tari Betawi Sumber Kemdikbud Sumber KemdikbudGambar Tari kreasi Bali Gambar Tari agid dokumen9/12 2014 kreasi Betawi 22/11/151. Perhatikan gambar di atas, kelompokkan tari kreasi tersebut sesuai asal daerahnya?2. Sebutkan properti yang digunakan dari masing-masing tarian kreasi tersebut!3. Dapatkah kamu menirukan pose gerakan tari kreasi tersebut?76 Kelas IX SMP/MTs4. Jelaskan keunikan tarian jika dilihat dari aspek kostum dan bentuk penyajian tunggal, berpasangan, dan berkelompok!5. Sebutkan unsur pendukung dari masing–masing tarian tersebut?Berdasarkan pengamatan kamu, sekarang kelompokkan dan isilahtabel di bawah ini sesuai dengan asal tarian!Amatilah melalui video, salah satu tarian kreasi yang ada di daerah itu, diskusikan hasil pengamatanmu dan isilah tabel di bawah ini!No. Nama Tarian Properti yang Asal Daerah Diskusi Hasil PengamatanNama Siswa ..............................................................NIS ...............................................................Hari/Tanggal Pengamatan ............................................................... Seni Budaya 77No. Aspek yang diamati Uraian hasil pengamatan1 Keunikan gerak tari2 Tata rias dan kostum yang digunakan3 Properti tari yang digunakan4 Iringan tari Agar kamu lebih mudah memahami, bacalah konsep-konsep tentangtari kreasi, jenis tari kreasi, dan keunikan gerak tari kreasi berikutini. Selanjutnya, kamu bisa mengamati lebih lanjut dengan melihatpertunjukan langsung ataupun melihat gambar, tayangan dari video,serta membaca referensi dari berbagi sumber belajar yang lain. A. Pengertian Tari Kreasi Pada awalnya, tari kreasi merupakan pengembangan dari tari rakyatdan tari klasik. Tari kreasi baru muncul karena adanya panduan gerakdari berbagai daerah atau dengan masuknya gerak tari dari negara lain,dikembangkan dengan unsur tradisi yang ada dan iringan musik yangbervariasi sehingga menjadikan tari di Indonesia semakin kreasi mempunyai bentuk mengekspresikan artistik yang bersifatindividual dan lebih menekankan pada ekspresi dan estetika daripertunjukannya. Pengertian tari kreasi adalah jenis tari yang koreografinya masihbertolak pada tari tradisional atau pengembangan dari pola-pola tariyang sudah ada. Terbentuknya tari kreasi karena dipengaruhi oleh gayatari daerah lain atau negara lain maupun hasil kreativitas contoh, Tari Gebyar Trompong, Tari Oleg Tambulilingan, TariManuk Rawa Bali, Tari Karonsih Jawa tengah, Tari Kipas, dan TariMainang Pulo Kampu Sumatra.78 Kelas IX SMP/MTsB. Jenis Tari Kreasi Tari kreasi memiliki keragaman dan keunikan yang tentu berbedadengan kawasan Asia. Perkembangan seni termasuk seni tari terjadisecara alami dan sesuai dengan tuntutan zaman. Oleh karena itu,muncul keragaman seni tari baik di Nusantara maupun di luarNusantara mancanegara. Jenis tari kreasi dapat digolongkan menjadidua yaitu1. Tari kreasi berpolakan tradisi Tari kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi baik dalamkoreografi, musik/karawitan, tata busana dan rias, maupun tata teknik pentasnya,tanpa menghilangkan esensi tradisinya. Salah satu contoh tari kreasi baru, yaitu TariNandak Gojek dari Betawi, yang ditarikan oleh siswi SMK Negeri di Jakarta JurusanSeni Tari. Tarian ini diciptakan pada tahun 2014 oleh siswi SMK dengan bimbinganguru kesenian dan tarian ini berangkat dari pengembangan gerak tari Topeng Betawidengan iringan musik gamelan topeng dan properti tari, yaitu payung. Sumber KemdikbudGambar Tari Nandak Gojek BetawiSeni Budaya 792. Tari kreasi baru tidak berpolakan tradisi nontradisi Tari kreasi yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola tradisi baik dalamhal koreografi, musik, rias, dan busana maupun tata teknik pentasnya. Salah satu tarikreasi baru nontradisi, yaitu tari kontemporer. Sumber Kemdikbud Gambar Tari kreasi baru karya wiwit jurusan seni tari UNJC. Keunikan Gerak Tari Kreasi Tari kreasi mengalami perkembangan dari pola-pola tariannusantara yang telah ada. Susunan tari kreasi tidak terikat pada polagerak dan aturan yang baku. Koreografi dan teknik gerak tari kreasidapat menyesuaikan pada keadaan yang saat ini sedang Tari Gegot Sumber Gambar Tari Gegot merupakan tari Betawi yang Tari Gegotdiciptakan oleh Entong Sukirman dan KartiniKisam pada tahun 1976. Merupakan tarianyang menggambarkan kehidupan para remajaputri Betawi yang sedang bersenda gurau dalammenjalankan masa remajanya, canda dan tawamewarnai kehidupannya. Ide garapan tarian iniberangkat dari karakter topeng, panji dan jingga,di mana dua karakter tersebut mewakili kehidupankeseharian manusia dari dua karakter tersebutsehingga dapat disimpulkan menjadi bentuk taripergaulan dan gerak canda dapat diartikan sebagaikebersamaan. Iringan Tari Gegot adalah musikTopeng Betawi, yaitu kendang, gong, kempul,kenong tiga, kenceng, kecrek, serta rebab. Tarisebagai pertunjukan theatrical dance.80 Kelas IX SMP/MTsTari jenis ini adalah tari yang disusun sengaja untuk karena itu, dalam penyajiannya mengutamakan segi artistiknya,penggarapan koreografi yang baik, serta tema dan tujuan yang Tari Ronggeng Blantek Tari Ronggeng Blantek diciptakan pada Sumber Dokumen Dinastahun 1985 oleh Wiwiek Widyastuti. Tari Paraiwisata DKI Jakarta,Ronggeng Blantek merupakan tari kreasibaru yang diangkat dari teater Betawi, yaitu 01/08/13Topeng Blantek, di mana dalam memulai Gambar Tarisebuah pertunjukan topeng biasanya sebagai Ronggeng Blantekpembuka diawali dengan sebuah pertunjukantari yang disebut Ronggeng Blantek. Dalamperkembangannya, tarian ini menjadi tarianlepas dan banyak diminati oleh masyarakatsebagai tari bentuk dan pertunjukan pada acaradalam penyambutan Tari Loliyana Tari Loliyana adalah tari kreasi yang berasal dari Maluku. Pertun-jukan tari Loliyana berdasarkan pada tradisi masyarakat KepulauanTeon Nila Serua. Tari Loliyana berasal dari Upacara Panen Lola sehing-ga disebut tari Panen Lola. Tari Loliyana berasal dari kata Lola, yaitupekerjaan mengumpulkan hasil laut. Proses panen lola diawali denganpesta rakyat mengelilingi api unggun dari malam hingga subuh, dilan-jutkan dengan syukuran dan doa kepada Yang Maha Kuasa demi keber-hasilan panen yang akan Tari Saman Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo yang biasa ditampilkanuntuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adatnya. Syairdalam tarian saman menggunakan bahasa Gayo. Selain itu, biasanyatarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi MuhammadSAW. Sumber Dokumen Pemila 16/3/2010 81 Gambar Tari Saman Seni BudayaDalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikandan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dariGayo Aceh Tenggara. Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai daftarrefresentatif budaya warisan manusia dalam sidang ke 6 komiteantarpemerintah untuk perlindungan warisan budaya UNESCO di Bali,24 November 2011. Setelah membaca konsep tari kreasi, jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan yang dimaksud dengan tari kreasi! 2. Uraikan lima contoh tari kreasi yang kamu ketahui! 3. Jelaskan keunikan gerak tari kreasi yang kamu ketahui! 4. Sebutkan lima koreografer tari kreasi yang kamu ketahui! Tugas Individu 1. Saksikan sebuah tarian sebuah tari kreasi melalui televisi atau rekaman video! 2. Buatlah laporan tertulis dan jelaskan keunikan tarian tersebut menurut pendapatmu meliputi gerak, tata rias dan kostum, musik, properti tari, tata suara, serta lighting! 3. Presentasikan hasil laporanmu di depan kelas! Kegiatan Mengeksplorasi Gerak Kegiatan 1 1. Lakukan eksplorasi gerak berdasarkan hasil dari imajinasimu. 2. Gambar gerak pada Kegiatan 1 merupakan stimulasi bagi kamu dalam melakukan eksplorasi gerak. 3. Kamu dapat mencari sumber stimulasi gerak dari berbagai sumber belajar. 4. Tujuan melakukan eksplorasi pada Kegiatan 1 ini agar kamu memiliki kesadaran gerak pribadi dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan berkomunikasi. 82 Kelas IX SMP/MTsSeni Budaya 83D. Uji Kompetensi Pengetahuan1. Jelaskan yang dimaksud dengan tari kreasi!2. Sebutkan dua contoh tari kreasi berpola pada tradisi dan tari kreasi yang berpola nontradisi dilihat dari aspek gerak, kostum, tata rias, iringan musik, dan properti! Proyek1. Bentuklah kelompok beranggotakan 4-5 Tontonlah sebuah pertunjukan tari Tulislah laporan yang berisi hal sebagai berikut a. judul tarian, b. asal daerah, c. jenis tari, d. jumlah penari, e. kesan tentang taran tersebut, dan f. keunikan tari, meliputi gerak, kostum, musik, properti dan Presentasikan dan kumpulkan hasil pengamatanmu. Praktik Buatlah bentuk tari kreatif hasil pengembangan gerak pribadimudengan menggunakan properti, misalnya payung, sapu, kursi, dansebagainya. Kembangkan dengan berbagai level, arah hadap, dan variasihitungan. 84 Kelas IX SMP/MTsE. Evaluasi Pembelajaran Setelah kamu belajar mengenai keunikan tari kreasi, isilah kolom dibawah ini1. Penilaian Diri ………………………………..…. Nama …………………………………… Kelas ……………………………….….. Semester ………………................................ Waktu penilaianNo Pernyataan Ya Tidak1. Saya berusaha belajar tari kreasi dengan sungguh- Saya berusaha belajar jenis tari kreasi dengan sungguh- Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak Saya berperan aktif dalam Saya menyerahkan tugas tepat Saya menghargai perbedaan gerak yang terkandung di dalam jenis tari kreasi yang Saya mengikuti pelajaran dengan Saya menghormati dan menghargai pendapat Saya menghormati dan menghargai guru. Seni Budaya 852. Penilaian Antarteman ……………….………………..…. Nama teman yang dinilai ……………………………..…….. Nama penilai …………………………….……… Kelas …………………………..……….. Semester ………....................….....………. Waktu penilaianNo Pernyataan1. Berusaha belajar dengan sungguh-sungguh. □ ya □ tidak2. Mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian. □ ya □ tidak3. Mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu. □ ya □ tidak4. Mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami. □ ya □ tidak5. Berperan aktif dalam kelompok. □ ya □ tidak6. Menyerahkan tugas tepat waktu. □ ya □ tidak7. Menghargai ragam gerak yang terkandung didalam gerak kreasi yang lain. □ ya □ tidak8. Menguasai dan dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. □ ya □ tidak9. Menghormati dan menghargai teman. □ ya □ tidak10. Menghormati dan menghargai guru. □ ya □ tidak86 Kelas IX SMP/MTsF. Rangkuman Berdasarkan materi yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwatari kreasi merupakan garapan yang dilandasi oleh kaidah-kaidah taritradisi baik dalam koreografinya, musik/iringan, tata rias, tata busanamaupun tata teknik pentasnya. Walaupun ada pengembangan, tetaptidak menghilangkan esensi tradisinya dan tetap mempertimbangkankeindahan gerak tari tersebut. Jenis tari tradisi terdiri dari dua, yaitutari tradisi yang berpijak pada tradisi dan tari tradisi yang berpijak padapola nontradisi. Keunikan gerak tari tradisi dapat terlihat dari motif-motif gerak yang terdapat pada tarian tersebut. Setiap daerah memilikikeunikan gerak yang sangat beraneka ragam di daerah Betawi memilikimotif gerak pakblang, di Bali memiliki motif gerak agem, dan masihbanyak motif-motif gerak yang terdapat pada masing-masing berbagai motif gerak dapat dikolaborasikan, sehingga dikembangkanmenjadi gerak yang baru dan tercipta tari kreasi baru. G. Refleksi Pada Bab V, kamu telah belajar tentang tari kreasi terbagi menjadidua jenis tari berdasarkan pola garapannya. Materi pembelajaran initidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, melainkan jugabelajar tentang sikap. Tari telah menjadi bagian dari kehidupan seorangseniman tari. Dengan menari, seorang penari dapat mengekspresikanjiwanya melalui gerak tari yang memiliki nilai estetika yang tinggi. Jenistari gaya kreasi memiliki keunikan tersendiri yang dapat dilihat darigerak, kostum, iringan tari, properti, dan sebagainya. Fungsi dari tarianmemiliki simbol atau makna dalam tarian tersebut akan memiliki nilaiestetis tersendiri. Melalui gerak, seorang penari dapat berkomunikasidengan penikmatnya, dan karena gerak seseorang dapat berekspresidengan terus mengembangkan gerak tersebut menjadi lebih gerak yangbaru. Unsur pendukung tari memiliki peran yang sangat penting didalam pertunjukan tari yang dapat memberikan pesona dan daya tarikdari pertunjukan tari Budaya 87Unsur Bab VIPendukungTari KreasiAlur Pembelajaran Iringan Tari ProperƟ Tari Unsur Tata Rias danPendukung Tari Busana Tari Tempat Pentas Tata Lampu dan Tata Suara Meragakan Gerak Tari dengan Unsur Pendukung Setelah mempelajari Bab VI ini, siswa diharapkan dapat mengapresiasidan berkreasi seni tari, yaitu1. Mengidentifikasi unsur pendukung tari Memahami konsep iringan tari Mengidentifikasi jenis iringan tari Memahami fungsi iringan tari Menjelaskan unsur pendukung properti Mengidentifikasi jenis properti Menjelaskan unsur pendukung tata rias dan busana tari Kelas IX SMP/MTs8. Mengidentifikasi jenis tata rias dan busana tari Menjelaskan unsur pendukung tata pentas tari Mengidentifikasi jenis tata pentas tari Menjelaskan unsur pendukung tata lampu dan tata Mengidentifikasi jenis tata lampu dan tata Mengomunikasikan unsur pendukung karya seni tari kreasi baik secara lisan maupun Meragakan gerak tari kreasi dengan unsur pendukung tari. Unsur pendukung menjadi sangat penting bagi seorang koreograferserta penari dalam menyampaikan makna yang terdapat pada sebuahtarian. Secara garis besar, unsur-unsur tari dapat dikelompokkan menjadilima aspek, yaitu iringan tari, properti tari, tata rias, dan busana tari,tempat pentas, serta tata lampu dan tata suara. Ketika kamu menyaksikan sebuah pertunjukan tari, aspek pendukung apa saja yang kamu lihat? Coba kamu amati gambar di bawah ini untuk mengidentifikasi aspek-aspek pendukung tari! 13 Sumber Dokumen Kemendikbud Sumber Dokumen Kemendikbud Gambar Gambar Sumber Dokumen Kemendikbud Gambar Seni Budaya 8946 Sumber Dokumen Kemendikbud Gambar Dokumen Kemendikbud Sumber Dokumen Kemendikbud Gambar Gambar Setelah kamu mengamati gambar tersebut, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!1. Perhatikan gambar tersebut, kelompokkan unsur pendukung tari kreasi!2. Jelaskan fungsi dari masing-masing unsur pendukung tari!3. Sebutkan properti yang digunakan dari masing-masing tarian kreasi tersebut!4. Jelaskan keunikan tarian jika dilihat dari aspek kostum dan bentuk penyajian tunggal, berpasangan, dan berkelompok!5. Sebutkan unsur pendukung dari masing–masing tarian tersebut? Setelah kamu menjawab pertanyaan di atas, diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini!1. Kamu dapat mengamati unsur pendukung tari dari sumber lain seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar Kelas IX SMP/MTs SENI BUDAYA “MENGAPRESIASI KARYA SENI LUKIS” Nama Alfina Nurpiana Kelas XII MIPA 3 SMAN 84 JAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017 Karya 1 NO ASPEK YANG DIAMATI URAIAN HASIL PENGAMATAN 1. Unsur-unsur rupa yang menonjol 2. Objek yang tampak 3. Bagian objek yang paling menarik 1. Bentuk, yang merupakan wujud yang terdapat di alam dan terlihat nyata. Bentuk plastis yang berarti bentuk benda yang dapat dilihat dan dirasakan karena memiliki unsur nilai dari benda tersebut. Contohnya kapal. 2. Tekstur, tekstur semu tidak memiliki kesan yang sama antara penglihatan dan perabaan. tekstur semu ini bisa terbentuk karena kesan perspektif dan gelap terang. 3. Gelap terang terjadi karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang diterima oleh suatu objek. Suatu gambar akan terbentuk karena adanya gelap terang. Gelap terang menimbulkan kesan tekstur dan kedalaman. Contohnya tampak pada lukisan yaitu warna pada awan dan laut. Dua buah kapal dalam hempasan badai dahsyat di tengah lautan dengan suasana tampak lebih menekan oleh kegelapan awan tebal dan terkaman ombak-ombak tinggi yang menghancurkan salah satu kapal, serta dari sudut atas, secercah sinar matahari yang memantul ke arah gulungan ombak. Kapal yang terombang-ambing di laut saat terjadi badai. 4. Makna simbolik pada unsur, objek, atau tema Tema dalam lukisan berjudul badai adalah kekacauan jiwa manusia. Makna dalam lukisan tersebut adalah perasaan gejolak jiwa manusia hidup di dunia yang penuh dengan tantangan. Karya 2 NO ASPEK YANG DIAMATI URAIAN HASIL PENGAMATAN 1. Unsur-unsur rupa yang menonjol 2. Objek yang tampak 1. Warna, menggunakan dominasi warna-warna komplementer atau berlawanan seperti merah dan hijau, dan beberapa kombinasi warna yang kompleks karena mencampurkan warna apa saja, Lukisan tersebut lebih di dominasi warna-warna gelap yang banyak digunakan pada warna rambut dan background 2. Garis, garis organis dan tidak beraturan yang membentuk objek secara nyata. Sentuhan warna dasar yang cenderung lebih terang memberikan kesan lukisan lebih hidup disertai garis-garis ekspresif yang menjadi penyeimbangnya. seorang pria dengan beberapa sosok wajah di sisisisinya. Dalam lukisan ini digambarkan secara ekspresif sosok pria ini bertelanjang dada dan memiliki ciri-ciri perawakan berambut gimbal, gondrong, berjanggut dan berkumis lebat. rambut gimbal tersebut digambarkan dengan perpaduan warna hitam, coklat dan putih begitu pula dengan jenggot dan kumisnya. wajah pria tersebut digambar dengan warna coklat yang ditumpuk dengan warna-warna lain seperti merah, putih, hitam dan hijau. Matanya terlihat memejam dengan kerutan-kerutan pada dahi dan wajahnya. selain sosok pria yang menjadi subjek matternya, disamping kiri, kanan dan atasnya terdapat lukisan topeng atau wajah yang melingkupi bagian background. Pada sisi kirinya terdapat lukisan wajah atau topeng berwarna merah darah dengan rambut-rambut gimbal tak beraturan berwarna hitam. Wajah tersebut digambarkan 3. Bagian objek yang paling menarik 4. Makna simbolik pada unsur, objek, atau tema juga dengan gading yang panjang, lidah yang menjulur keluar serta mata hitam bundar dengan kelopaknya yang berwarna kuning melotot lebar. sosok topeng ini terlihat seperti buta cakil pada pewayangan Jawa. Kemudian di atasnya terdapat sosok wajah yang digambarkan tidak terlalu sempurna dengan mata hitam bundar, alis yang terangkat tinggi, lubang hidung yang lebar dan bibir merah yang tebal. Rambutnya digambar secara abstrak dan melingkupi backgroud di belakangnya. Adapun pada sisi kanan juga terdapat lukisan wajah yang digambarkan berupa garis-garis berwarna hitam, hijau, hitam dan biru. Matanya melotot dan pupilnya berwarna hitam kehijauan, lubang hidungnya lebar, mulutnya terbuka lebar serta terdapat rambut-rambut gimbal yang melingkupi wajahnya. Selain itu di atasnya juga terdapat lukisan wajah lain yang digambarkan secara abstrak berwarna merah. Seorang pria yang wajahnya ditumpuk dengan berbagai warna-warna dan topeng-topeng yang ada di sisi-sisinya. Manusia digambarkan sebagai sosok manusia yang memiliki pemikiran dan pilihan dalam menentukan tindak-tanduknya. Di dalam pilihan tersebut terdapat hasrat untuk mengikuti jalan kebenaran atau keburukan. Sering pula manusia dilingkupi oleh hawa nafsu dan bisikan-bisikan yang menjerumuskannya pada pilihan yang salah. Dan bisikan-bisikan itu digambarkan oleh seorang Affandi dalam lukisannya seperti sosok-sosok topeng berwajah buruk dan menakutkan, menyerupai peran antagonis pada pertokohan wayang Jawa. Pria tersebut dengan dramatisnya berdiri diantara sosoksosok topeng yang seakan membisikinya agar tergoda dan menentukan pilihan yang salah dalam dirinya. Dari lukisan tersebut dapat diambil kenyataan bahwa manusia merupakan makhluk yang gambang sekali terpengaruh oleh pikiran-pikiran buruk dan hanya manusia yang memiliki jiwa yang teguh saja yang dapat mengenyahkan bisik-bisikan buruk yang datang. Karya 3 NO ASPEK YANG DIAMATI URAIAN HASIL PENGAMATAN 1. Unsur-unsur rupa yang menonjol 2. Objek yang tampak 1. Warna, penggunaan warna yang digambarkan secara realis, menggunakan warna primer seperti merah biru kuning dan juga warna sekunder seperti hijau. 2. Corak, corak yang realisme yaitu sesuai dengan penggambaran kehidupan nyata. 3. Garis, terdapat garis-garis yang digunakan sebagai batas limit tekstur benda dan warna. Terdapat garis yang memperjelas lukisan agar terlihat lebih realis Dua orang wanita yang memakai pakaian modern sudah memakai baju 3. Bagian objek yang paling menarik Dua orang wanita yang dilukiskan secara realis 4. Makna simbolik pada unsur, objek, atau tema Globalisasi telah membuat perubahan pada manusia dari lukisan tersebut yang terlihat adalah perubahan pakaian sebagai penutup tubuh yang dulu menggunakan pakaian tradisional sekarang lebih maju Karya 4 NO ASPEK YANG DIAMATI URAIAN HASIL PENGAMATAN 1. Unsur-unsur rupa yang menonjol 1. Garis, garis yang Nampak dipertebal, sehingga membuat 2. Objek yang tampak 3. Bagian objek yang paling menarik Matahari di ujung kiri atas, awannya gelap seperti suasana malam hari, terdapat bintang-bintang, bola-bola seperti planet bumi. Juga terdapat bangunan-bangunan rumah dan rumput. Awan gelap yang dipadukan dengan matahari 4. Makna simbolik pada unsur, objek, atau tema lukisan menjadi terbaca jelas. 2. Warna, warna yang digunakan dominan dengan warna primer yaitu warna primer biru, tetapi disajikan dengan gradasi warna yang cocok. 3. Bentuk, terdapat beberapa bentuk dalam lukisan seperti bangunan rumah. 4. Tekstur, terlihat seperti bertekstur agak kasar. Tekstur pada lukisan ini termasuk tekstur semu yang berfungsi untuk memberikan karakter tertentu pada bagian bidang permukaan yang bisa menimbulkan nilai-nilai estetik. Jika hidup mempunyai bentuk lain, yang tidak terlihat tapi nyata, tentang sebuah tanah di mana orang meninggal. Harapan ada pada bintang, namun bumi adalah sebuah planet, demikian juga sebuah bintang atau bola langit. gambaran kehidupan yang telah dijalani seseorang yang menyimpan banyak kisah suka dan duka, tapi indah. Ia percaya pada harapan, tapi juga berusaha menerima realita. Karya 5 NO ASPEK YANG DIAMATI URAIAN HASIL PENGAMATAN 1. Unsur-unsur rupa yang menonjol 2. Objek yang tampak 3. Bagian objek yang paling menarik Bebek jantan yang sedang mengepakkan sayap dan bebek betina yang sedang terdiam. 4. Makna simbolik pada unsur, objek, atau tema Bebek jantan di dekat bebek betina, jantan digambarkan sedang mengangkat sayapnya, menunjukkan bahwa sedang mengayomi bebek betina. Bebek tersebut diibaratkan sebagai suami istri yang saling mengayomi satu sama lain, manusia juga dalam hidupnya ibarat suami isti yang terus mengayomi pasangannya. 1. Warna, insur warna yang terdapat pada subject matter adalah warna putih pada badan bebek, warna pink – hitam pada mulut dan merah pada hidung, selanjunya, warna putih bergradasi coklat hitam itu pada sayap dan badan. Pada background, terdapat warna hijau muda, hijau tua dan hitam. Dari warna yang ada pada subject-subject lukisan, warna yang dominan adalah warna hitam. 2. Tekstur, tekstur pada lukisan adalah tekstur nyata, yakni tekstur lembut dan rata pada background, dan tekstur halus pada subject matter bebek. 3. Garis, jenis garis yang terdapat di dalam subject matter bebek adalah a garis lengkung kepala, dada dan sayap, b garis-garis bergelombang beraturan pada background. Bebek jantan dan bebek betina, air sungai dan rerumputan. Karya 6 NO ASPEK YANG DIAMATI URAIAN HASIL PENGAMATAN 1. Unsur-unsur rupa yang menonjol 2. Objek yang tampak 3. Bagian objek yang paling menarik 1. Warna, Warna-warna yang terang, serta keunikan goresan pada lukisan tersebut menjadi satu sebuah kombinasi sempurna dalam karya lukisan bernilai seni tinggi. 2. Garis, terdapat garis yang digambar secara abstrak tetapi memperjelas lukisan tersebut, terdapat garis tipis, garis tebal, garis memanjang, dan sebagainya. Para pahlawan yang mengobarkan api membawa bamboo runcing, bendera merah putih, serta menggunakan ikat kepala berwarna merah Para pahlawan yang sedang mengobarkan api 4. Makna simbolik pada unsur, objek, atau tema Lukisan ini memiliki nilai dan makna historis yang tinggi, dimana karya ini terinspirasi dari semangat baja para Pejuang Indonesia. Dan dalam lukisan tersebut terlihat juga semangat para pahlawan yang sangat berkobar – kobar seperti api. Dan tidak lupa dalam lukisan tersebut adanya bambu runcing, bendera merah putih, serta ikat kepala sebagai ciri khas para pejuang bangsa Indonesia. Lukisan ini mengajak para pemuda Indonesia untuk berjuang, bersemangat dalam membela dan mempertahankan bangsa dan negara. Jawablah pertanyaan berikut ini 1. Jelaskan pengertian jenis karya seni rupa tiga dimensi 2. Jelaskan pengertian simbol dalam karya seni rupa 3. Berikan contoh dan penjelasan unsur rupa yang menjadi simbol dalam karya seni rupa tiga dimensi. 4. Apa yang dimaksud dengan nilai estetis memiliki sifat objektif dan subjektif? Sumber Gambar Patung pemain biola setinggi 36 kaki karya pematung David Adickes terletak di Louisiana Street, di depan gedung Teater Lyric Houston Texas. Contoh 2. Test pemahaman apresiasi karya seni rupa tiga dimensi. Mintalah pada siswa untuk mengamati beberapa gambar karya seni rupa tiga dimensi yang terdapat dalam bab 2 semester 1 buku siswa gambar 1 sampai 10. Kemudian ajak mereka untuk mengidentiikasi aspek-aspek kerupaan dan makna simbolik yang terdapat dalam karya tersebut. 1 Sumber Wayang golek Fungsi Pakai/terapan Ekspresi/hias Keterangan berilah keterangan yang dapat diidentiikasi berdasarkan pengamatan ____________________ ____________________ ____________________ Berdasarkan hasil pengamatan siswa mintalah mereka untuk mengelompokkan dan mengisi tabel di bawah ini sesuai dengan jenis karya seni rupa tiga dimensi yang diamati No Jenis Karya Unsur-unsur Rupa Makna Simbolik Wayang golek ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… 10 Sumber Selanjutnya mintalah pada siswa untuk mendiskusikan hasil pengamatannya dalam kelompok kemudian secara individu memberikan tanggapan hasil diskusi dengan menggunakan contoh format di bawah ini. Format Diskusi Hasil Pengamatan Nama Siswa NIS Hari/Tanggal Pengamatan No. Aspek yang Diamati Uraian Diskusi Hasil Pengamatan Karya 1 1 Unsur-unsur rupa yang menonjol 2 Objek yang tampak 3 Bagian objek yang paling menarik 4 Makna simbolik 5 Nilai Estetis Karya 2 1 Unsur-unsur rupa yang menonjol 2 Objek yang tampak 3 Bagian objek yang paling menarik 4 Makna simbolik Apabila dalam tugas sebelumnya, guru menggunakan contoh gambar yang terdapat dalam buku siswa, maka untuk tugas selanjutnya guru meminta siswa untuk mengumpulkan sendiri gambar/foto karya-karya seni rupa tiga dimensi. Mintalah mereka untuk mengumpulkan gambar reproduksi karya seni rupa tiga dimensi dari berbagai sumber media cetak maupun elektronik. Kemudian buat analisis sederhana berkaitan dengan nama perupa jika ada, jenis karya, medium, teknik, bahan, unsur isik dan non isik, objek dan simbol pada karya-karya tersebut. Buatlah dalam bentuk format analisis sederhana seperti contoh berikut ini. Penugasan Deskripsi nama perupa, judul karya, ukuran, bahan, teknik, alat, objek, unsur isik dan non isik, makna simbolik dan sebagainya. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. Sumber Satu hal yang perlu diperhatikan guru dalam memberikan penilaian adalah keterbukaan terhadap berbagai alternatif jawaban. Siswa dapat memberikan berbagai jawaban yang menurut guru tidak lazim sekalipun tetapi tetap harus diapresiasi sepanjang siswa mampu memberikan penjelasan dari jawabannya tersebut. Contoh Format penilaian No. Nama Aspek Penilaian Kerincian Kelengkapan Ketepatan Uraian Kreativitas jawaban Kreativitas Bentuk laporan K C B SB K C B SB K C B SB K C B SB K C B SB 1 2 3 4 Dst. Keterangan Skor Penjelasan 4 Sangat Baik 3 Baik 2 Cukup 1 Kurang Pedoman Penskoran Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4 Perhitungan skor akhir menggunakan rumus Contoh Skor diperoleh 14, skor tertinggi 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir 2,8 Siswa memperoleh nilai Sangat Baik apabila memperoleh skor A – dan A Baik apabila memperoleh skor B - , B, dan B + Cukup apabila memperoleh skor C -, C, dan C + Kurang apabila memperoleh skor D dan D + Tabel konversi nilai No Interval Nilai Predikat Keterangan 1 3,83 < x ≤ 4,00 A Sangat Baik 2 3,50< x ≤ 3,83 A- Sangat Baik 3 3,17< x ≤ 3,50 B+ Baik 4 2,83< x ≤ 3,17 B Baik 5 2,50< x ≤ 2,83 B- Baik 6 2,17< x ≤ 2,50 C+ Cukup 7 1,83 < x ≤ 2,17 C Cukup 8 1,50< x ≤ 1,83 C- Cukup 9 1,17< x ≤ 1,50 D+ Kurang 10 1,00 ≤ x ≤ 1,17 D Kurang Siswa yang belum menguasai materi dapat diberikan remedial dengan pengayaan contoh-contoh karya seni rupa tiga dimensi berupa reproduksi karya seni rupa ataupun dengan mengunjungi pameran, studio, perajin dan sebagainya untuk melihat karya seni rupa secara langsung. Guru juga dapat menghadirkan karya seni rupa di kelas melalui media elektronik maupun secara langsung dengan membawa karya seni rupa ke dalam kelas. Pengenalan dan latihan yang terus menerus akan membiasakan siswa mengenali jenis karya, bahan, medium, teknik dan unsur-unsur visual pembentuknya, menemukan atau membangun makna simbolik serta memberikan penilaian estetis secara objektif maupun subjektif. Peran serta orang tua dalam pembelajaran seni rupa tiga dimensi ini sangatlah besar. Cobalah untuk meminta partisipasi orang tua melalui tanggapanya terhadap karya yang di buat dikumpulkan siswa. Guru dapat meminta siswa untuk mengerjakan latihan bersama orang tuanya dengan Remedial tanggapan yang diberikan orang tuanya tidak harus sama dengan komentar yang diberikan siswa. Tanggapan atau komentar dari orang tua tidak harus panjang lebar, catatan dalam bentuk beberapa baris kalimat dan tanda-tangan orang tua pada akhir lembaran tugas siswa cukup memadai sebagai langkah awal interaksi antara guru, siswa dan orang tua. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran pengertian dan jenis karya seni rupa tiga dimensi, siswa diharapkan mampu. 1. Membuat konsep berkarya seni rupa tiga dimensi. 2. Membuat sketsa karya seni rupa tiga dimensi. 3. Membuat karya seni rupa tiga dimensi. 4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam proses berkarya seni rupa tiga dimensi. 5. Menyajikan karya seni rupa tiga dimensi hasil buatan sendiri. 6. Mempresentasikan karya seni rupa tiga dimensi hasil buatan sendiri dengan lisan maupun tulisan. Pembuatan karya seni rupa tiga dimensi yang paling sederhana sekalipun dilakukan dalam sebuah proses berkarya. Tahapan dalam berkarya ini berbeda-beda sesuai dengan karakteristik bahan, teknik, alat dan medium yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa tersebut. Tahapan dalam berkarya seni rupa tiga dimensi ini seperti juga karya seni rupa pada umumnya, dimulai dari adanya motivasi untuk berkarya. Motivasi ini dapat berasal dari dalam maupun diri perupanya. Ide atau gagasan berkarya seni rupa tiga dimensi dapat diperoleh dari berbagai sumber. Ajaklah siswa untuk memperhatikan benda-benda dan peristiwa sehari-hari di sekitar tempat tinggalnya, amati berbagai karya seni rupa tiga dimensi dari berbagai media cetak maupun elektronik, kemudian mintalah mereka untuk mengembangkan B. Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi hasil pengamatannya menjadi gagasan berkarya seni rupa. Mintalah mereka untuk memilih bahan, media, alat dan teknik yang paling dikuasai atau ingin dicobanya dan mulai berkreasi membuat karya seni rupa tiga dimensi. Perhatikan bagan berikut ini, jelaskan kembali langkah-langkah umum dalam proses berkarya seni rupa tiga dimensi. Sertakanlah contoh berbagai jenis karya seni rupa tiga dimensi sehingga pemahaman siswa terhadap proses berkarya seni rupa tiga dimensi semakin lengkap. Bagan Proses Berkarya Keindahan sebuah karya tidak hanya kemiripan bentuknya saja, tetapi kesunguhan dalam membuat karya tersebut akan menjadikan sebuah karya unik dan menarik. Setiap manusia memiliki karakter dan keunikan yang berbeda-beda, demikian juga dengan karya yang di buat oleh siswa. Cobalah minta pada siswa untuk menulis rencana karya yang akan dibuat. Mintalah mereka untuk menuliskan alasan dalam memilih model yang akan dicontoh serta alasan memilih bahan, medium dan teknik yang akan digunakan. Kemudian berilah tugas membuat rencana dan berkarya menggunakan berbagai model, bahan, teknik, dan medium yang berbeda-beda. Ajaklah siswa untuk merasakan dan kemukakan objek mana yang menurut mereka paling menarik, bahan, media, dan teknik apa yang paling di sukai. Mintalah • • • • • • • mereka untuk menjelaskan mengapa objek tersebut menarik dan bahan, media serta teknik tersebut di sukai. Jika memungkinkan sajikan hasil karya siswa untuk didiskusikan bersama-sama. Fasilitasi mereka untuk saling memberikan tanggapan tidak hanya pada karya yang dibuat tetapi karya yang dibuat teman-teman yang lainnya juga. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk melihat karya seni rupa tiga dimensi melalui media cetak buku, majalah, brosur, dan sebagainya., internet dan kegiatan pameran. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk mengamati proses pembuatan karya seni rupa tiga dimensi. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk bertanya tentang konsep seni rupa tiga dimensi yang ada dan berkembang. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk bertanya tentang langkah-langkah membuat karya seni rupa tiga dimensi. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk membuat konsep berkarya seni rupa tiga dimensi. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk menghubungkan data-data yang diperoleh dengan kegiatan berkarya. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk membuat sketsa karya seni rupa tiga dimensi yang akan dibuat. Proses Pembelajaran Mengamati Menanya • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk bereksperimen dengan beragam teknik dan media dalam membuat karya seni rupa tiga dimensi. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk membuat karya seni rupa tiga dimensi. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk menyajikan hasil karyanya di depan kelas. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk mempertanggung jawabkan secara lisan atau tulisan mengenai karya seni rupa tiga dimensi yang dibuatnya. • Siswa dimotivasi dan difasilitasi untuk membandingkan karya sendiri dengan karya orang lain , mengenai bahan, media, jenis, simbol, teknik dan nilai estetis yang terkandung di dalamnya. Berkarya seni rupa tiga dimensi adalah kegiatan proses menggunakan alat dan bahan serta medium tertentu melalui keterampilan teknik berkarya seni rupa untuk memvisualisasikan gagasan, pikiran dan atau perasaan seorang perupa pada bidang dua dimensi. Waktu yang tersedia di sekolah untuk kegiatan berkarya seni rupa tiga dimensi sangat terbatas untuk itu guru diharapkan memberikan motivasi kepada siswa untuk berkarya di luar jam pelajaran sekolah dengan memanfaatkan potensi material berkarya seni rupa yang ada dilingkungan tempat tinggal siswa. Guru memberikan stimulasi dengan berbagai contoh karya seni rupa tiga dimensi melalui media pembelajaran cetak maupun elektronik, serta penugasan yang dapat dikerjakan secara individu maupun kelompok. Mengasosiasi Mengomunikasikan Konsep Umum Tugaskan siswa untuk membuat beberapa buah karya seni rupa tiga dimensi menggunakan berbagai media dan objek dengan melihat model. Mintalah mereka untuk membuat rancangan sketsa karya seni tiga dimensi nya terlebih dahulu pada selembar kertas berukuran A4 sebelum mulai berkarya. Berilah keterangan sederhana ukuran, medium, bahan dan teknik yang akan di gunakan pada sketsa yang dibuat tersebut. Pada akhir tahun ajaran akan diadakan pekan seni. Karya yang kamu buat akan dipamerkan bersama-sama karya dari kelas yang lain. Pada akhir tengah semester ini sajikanlah karya seni rupa yang sudah kamu buat dalam pameran sederhana di kelas. Nama ………. Kelas ………. Semester ………. Waktu penilaian ………. No Pernyataan 1 Saya berusaha belajar tentang jenis, simbol dan nilai estetis pada karya seni rupa tiga dimensi Ya Tidak Guru bersama dengan siswa dapat melakukan eksplorasi geraktari berd­asarkan ruang, waktu, dan tenaga. Siswa juga dapat meng­asosiasi gerak tari berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga dalambentuk penampilan tari serta mampu mengkomunikasi hasil karyadengan menggunakan bahasa lisan atau tulisan secara sederhana. Padapembelajaran sebelumnya telah dibahas dan dilakukan eksplorasiruang, waktu, dan tenaga melalui gerak. pada bagian ini, guru bersamadengan siswa dapat melakukan pengolahan ruang, waktu, dan tenagaberd­asarkan hasil pembelajaran sebelumnya. Penekanan pada materipem­belajaran ini adalah gerak yang dilakukan sudah terbentuk menjadisatu kesatuan dalam bentuk tari Guru bersama dengan siswa dapat memilih iringan yang sudah adaatau membuat iringan baru. Jika memilih iringan yang sudah ada, pilihlahbirama 2/4 atau 4/4. Tanda birama ini biasanya memiliki ketukan yanglebih mudah dengan gerakan. Lagu-lagu daerah setempat atau daerah lain dapat dijadikan sebagai pilihan utama. Lagua Berdua dengan teman saling memegang seperti Mak Inang Pulau tangan dengan posisi badan agak Kampai, Sapu Tangan merendah. Bapacu Ampat, Ampar- ampar Pisang, dan lagub Tekanan tenaga ada pada Kemudian bergerak ke arah kanan 8 hitungan dan ke kiri 8 hitungan. lain dapat dijadikan Sumber Kemdikbud se­bagai iringan gerak. Gambar perlu dii­ngat jika m en g­g u n ak an l ag ua Hitungan satu posisi gerak seperti gerakan daerah tertentu maka pertama Gambar ragam gerak yang dikembangkan harusb Hitungan dua dengan kaki lebih lebar dan kedua tangan lebih diangkat ke atas ke bawah serta badan agak condong ke samping kanan Gambar Hitungan tiga seperti gerakan pertama Gambar Hitungan empat seperti Gambar Sumber Kemdikbud mencerminkan ciri- Gambar Hitungan 1 gerakan menyilang. ciri atau keunikanb Hitungan 2 gerakan seperti Gambar dari mana lagu ters­ ebutc Hitungan 3 gerakan menyilang. Hitungan 4 gerakan menyilang. Sumber Kemdikbud Gambar Seni Budaya 85Bab 6 - Buku Siswa Seni Budaya 95Interaksi dengan Orang Tua Guru dapat melakukan komunikasi dengan orang tua baik melalui tatap muka maupun media sosial. Jika di sekolah memiliki buku penghubung lebih baik menggunakan buku tersebut karena lebih efektif. Di dalam buku penghubung guru dapat menjelaskan secara rinci perkembangan siswa. Orang tua dapat menjawab di dalam buku penghubung dan menandatangani atau paraf untuk menunjukkan komunikasi telah dibaca. D. Refleksi Menari tidak hanya dituntut kemampuan pribadi yang baik, tetapi juga kemampuan melakukan kerja sama dengan teman. Menari juga dituntut untuk saling menghormati, menghargai, santun serta peduli dengan lingkungan. Saling berbagi pengalaman dan kemampuan dengan teman merupakan salah satu kunci keberhasilan meragakan tari. Penghayatan makna tari juga mengajarkan kita untuk rendah hati, tidak sombong, serta mensyukuri atas segala pemberian Tuhan. Selanjutnya lakukan penilaian diri dengan memberi angka pada rentang yang tertera pada kolom A, B. C, atau D. Setelah mempelajari pengetahuan dan A BCD Skor melaksanakan gerak tari berdasarkan 71­85 56­70 5 unsur. B. Jika tata panggung, tata lampu, dan tata pentas mendukung cerita teater 3 – 4 unsur. C. Jika tata panggung, tata lampu, dan tata pentas mendukung cerita teater 2 unsur. D. Jika tata panggung, tata lampu, dan tata pentas mendukung cerita teater 1 unsur. Seni Budaya 201Bab 15 - Buku Siswa Seni Budaya 131Informasi untuk Guru Guru menjelaskan kepada siswa tentang materi pemb­ elajaran yang akan diberikan sesuai dengan Bab 16 tentang mementaskan teater. Guru dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga siswa mengetahui kompetensi yang akan dicapai. Berdasarkan peta kompetensi pembelajaran, guru dapat menginformasikan kepada siswa bahan dan media yang dibutuhkan pada pembelajaran bab ini sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar. Guru perlu secara teliti membaca peta kompetensi pembelajaran sehingga dapat mengembangkan materi sesuai dengan kekayaan seni daerah setempat. Peta kompetensi pembelajaran ini membantu guru mencapai kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa pada satu KD tertentu. 1 6Bab Mementaskan Fragmen Peta Kompetensi Pembelajaran Mementaskan Fragmen Melaksanakan Evaluasi Pelaksanakan Pementasan Pementasan Pada pelajaran Bab 16, siswa diharapkan dapat mengapresiasi dan berekspresi seni teater, yaitu 1. mengidentifikasi mementaskan teater bertema alam, 2. mendeskripsikan langkah-langkah pementasan teater bertema alam, 3. melakukan eksplorasi tata teknik pentas, 4. merancang tata teknik pentas, dan 5. mengomunikasikan rancangan tata teknik pentas secara lisan atau tertulis. 204 Kelas VII SMP/MTs Edisi RevisiBab 16 - Buku Siswa132 Buku Guru SMP/MTs Kelas VIIProses Pembelajaran Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendakdicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapatmenjelaskan tentang mentaskan fragmen dengan membimbing siswa dalammengorganisasikan pementasan secara kolaboratif yaitu menggabungkanunsur seni musik, rupa dan tari serta teater dalam satu kesatuan proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkahpembelajaran dengan menggunakan pendekatan Siswa melakukan latihan secara berkelompok. Guru dapat mengemb­ ang­kan pembelajaran untuk setiap kelas mementaskan naskah fragmen yangberbeda-beda sehingga tidak monoton dan membosankan. Naskah dramadapat dibuat oleh siswa tetapi dapat pula memainkan naskah yang sudahada atau menyadur dari suatu cerita. 2. Siswa dapat me­ ngo­munikasi hasilAmati Gambar dan Gambar dengan saksama! pementasan melalui 1. Apakah kamu pernah menjadi pemeran dalam pertunjukan teater? 2. Apakah kamu pernah melihat pertunjukan teater? tulis­an. Proyek p e ­ 3. Apakah ada perbedaan antara teater yang pernah kamu lihat? m e n­t a s­a n teater dapat dikolabo­rasi­kan dengan seni tari, musik, dan rupa. Guru dapat membagi tugas kepadaSumber Dok. Teater Tanah Air Sumber Dok. Teater Tanah Air siswa s e c a r a a d i l d a n merata sehingga pe­Gambar Pertunjukan” Torotot Heong Gambar Pertunjukan” Torotot HeongThe Song Of Kabayan”2009 The Song Of Kabayan” 2009Aktivitas Mengamati mentasan secara kola­1. Kamu dapat mengamati pertunjukan teater bertema alam dari sumber lain seperti bora­tif dapat ter­laksana dengan baik. internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar Kamu dapat mengamati pertunjukan teater anak, remaja atau tradisional melalui sumber belajar lain. Kemudian, diskusikan pertunjukan teater yang kamu amati bersama teman-temanmu. Tuliskan hasil diskusi dengan format sebagai Diskusi Hasil Pengamatan Tata Teknik PentasNama anggota ....................................................................Judul teater yang diamati ....................................................................Hari/tanggal pengamatan ....................................................................No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Tata teknis pentas 2 Tata busana 3 Penampilan tokoh Seni Budaya 205Bab 16 - Buku Siswa Seni Budaya 133Guru bersama dengan siswa dapat melakukan evaluasi pem­ entasan teater tradisional. Evaluasi dapat dilakukan secara berkelompok. Evaluasi yang dilakukan oleh guru sebaiknya bertujuan untuk perbaikan pemb­e­ lajaran pada masa yang akan datang. Evaluasi dapat berasal dari guru tetapi dapat juga berasal dari siswa atau yang sering disebut dengan evaluasi diri. Berdasarkan hasil evaluasi siswa dapat mengomunikasikan tentang pementasan teater tradisional. Amati Gambar dan Gambar dengan saksama! 1. Apakah kamu pernah menjadi pemeran dalam pertunjukan teater? 2. Apakah kamu pernah melihat pertunjukan teater? 3. Apakah ada perbedaan antara teater yang pernah kamu lihat? Sumber Dok. Teater Tanah Air Sumber Dok. Teater Tanah Air Gambar Pertunjukan” Torotot Heong Gambar Pertunjukan” Torotot Heong The Song Of Kabayan”2009 The Song Of Kabayan” 2009 Aktivitas Mengamati 1. Kamu dapat mengamati pertunjukan teater bertema alam dari sumber lain seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya. 2. Kamu dapat mengamati pertunjukan teater anak, remaja atau tradisional melalui sumber belajar lain. Kemudian, diskusikan pertunjukan teater yang kamu amati bersama teman-temanmu. Tuliskan hasil diskusi dengan format sebagai berikut. Format Diskusi Hasil Pengamatan Tata Teknik Pentas Nama anggota .................................................................... Judul teater yang diamati .................................................................... Hari/tanggal pengamatan .................................................................... No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Tata teknis pentas 2 Tata busana 3 Penampilan tokoh Seni Budaya 205Bab 16 - Buku Siswa134 Buku Guru SMP/MTs Kelas VIIPengayaan Pembelajaran Pengayaan dapat diberikan kepada siswa. Pengayaan materi diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari. Dasar Lakon drama adalah konflik manusia. Konflik itu lebih bersifat batin daripada fisik. Konflik manusia sering juga dilukiskan secara fisik. Dalam wayang, wayang orang, ketoprak dan juga ludruk akan kita saksikan bahwa klimaks dari konflik batin itu adalah bentrokan fisik yang diwujukan dalam perang. Konflik yang dipaparkan dalam lakon harus mempunyai motif. Motif dari konflik yang dibangun itu akan mewujudkan kejadian-kejadian. Motif dan kejadian haruslah wajar dan realistik artinya benar-benar diambil dari kehidupan manusia. Konflik yang muncul dari kehidupan manusia. Seluruh perjalanan drama dijiwai oleh konflik pelakunya. Konflik terjadi pada pelaku yang mendukung cerita sering disebut pelaku utama yang bertentangan dengan pelaku pelawan arus cerita pelaku penentang. Dua pelaku itu disebut dengan tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Konflik antara tokoh antagonis dengan protagonis itu hendaknya sedemikian keras, tetapi wajar, realistik, dan logis. Konflik sering terjadi dalam diri manusia itu sendiri. Konflik ini sangat penting kedudukannya dalam sebuah drama. Motif dapat ditimbulkan oleh berbagai sumber di antaranya sebagai berikut. 1. Kecenderungan dasar manusia untuk dikenal, untuk memperoleh pengalaman, ketenangan, kedudukan dan sebagainya. 2. Situasi yang melingkupi manusia yang berupa keadaan fisik dan sosialnya 3. Interaksi sosial yang ditimbulkan akibat hubungan dengan sesama manusia 4. Watak manusia itu sendiri yang ditentukan oleh keadaan intelektual, emosional, ekspresif, dan sosiokultural. Seni Budaya 135Struktur Naskah Drama Wujud fisik sebuah naskah adalah dialog atau ragam tutur. Ragam tutur adalah ragam sastra oleh sebab itu, bahasa dan maknanya tunduk pada konvansi sastra yang menurut Teeuw meliputi hal-hal naskah berikut. 1. Sastra memiliki unsur atau struktur batin atau intern structure relation, yang bagian-bagiannya saling menentukan dan saling berkaitan. 2. Naskah sastra juga memiliki struktur luar atau extern structure relation yang terkait oleh bahasa pengarangnya. 3. Sistem sastra juga merupakan model dunia sekunder yang sangat kompleks dan bersusun-susun. Dasar naskah drama adalah konflik manusia yang digali dari kehidupan. dan penuangan tiruan kehidupan itu diberi warna oleh penulisnya. Aktualisasi terhadap peristiwa dunia menjadi peristiwa imajiner dengan seratus persen diwarnai dan menjadi hak pengarang. Sisi yang akan menjadi sorotan, dominan, dan terlihat dalam naskah ditentukan oleh cara penulis lakon memandang kehidupan. Ada sisi yang menggambarkan baik buruk kehidupan ada juga, sisi penuh dengan pesan-pesan moral yang ingin ditampilkannya dalam sebuah plot. Plot merupakan jalinan cerita atau kerangka cerita dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antara dua tokoh yang berlawanan. Konflik berkembang karena kontradiksi para pelaku, sifat dua tokoh utama yang saling bertentangan. Struktur Dramatik Struktur dramatik meliputi hal berikut. 1. Exposition atau pelukisan awal. 2. Komplikasi atau pertikaian awal. 3. Klimaks atau titik puncak. 4. Resolusi atau penyelesaian, falling action. 5. Catastrophe atau Buku Guru SMP/MTs Kelas VIIPembuatan Naskah Landasan sebuah lakon adalah tema atau nada dasar cerita. Tema merupakan gagasan pokok yang terkandung dalam drama. Tema ber­ hubungan dengan premis dari drama. Tema berhubungan pula dengan nada dasar dari sebuah drama dan sudut pandangan point of view yang dikemukakan oleh pengarangnya. Premis adalah landasan pokok yang menentukan arah tujuan lakon yang merupakan landasan bagi pola konstruksi lakon. Bahan-Bahan untuk Pengarang 1. Karakter Untuk mengembangkan konflik, pengarang menggunakan watak manusia sebagai bahan konflik hidup adalah hukum drama. 2. Situasi Lakon adalah rentetan situasi, dimulai dengan situasi yang akan ber­ kembang selama action terlaksana. Bahan lakon bersumber pada keh­id­up­an, sedangkan seni dari drama terletak pada penggarapan bahannya. 3. Subjek Subjek atau tema ialah ide pokok lakon atau drama. Alat-alat pengarang 1. Dialog, lewat dialog tergambarlah watak-watak sehingga latar belakang perwatakan bisa diketahui. 2. Action, dalam hal banyak laku action lebih penting daripada dialog karena ”laku berbicara lebih keras daripada kata-kata” karena to see is to believe. Proses Mengarang 1. Seleksi, dengan hati-hati pengarang memilih situasi yang harus memberikan saham bagi keseluruhan drama, dalam kebanyakan lakon situasi merupakan kunci laku. 2. Re-arrangement, pengarang mengatur/menyusun kembali kek­ alut­ an hidup menjadi pola yang berante. Seni Budaya 1373. Intensifikasi, pengarang mempunyai kisah untuk diceritakan, kesan untuk digambarkan, suasana hati untuk diciptakan. Segala anasir dalam proses artistik harus direncanakan sedemikian rupa untuk mengintensifkan meningkatkan komunikasi. Interaksi dengan Orang Tua Guru melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukanmelalui komunikasi melalui telepon, kunjungan ke rumah, atau media sosiallain. Guru dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yangharus ditandatangani oleh orang tua baik untuk aspek pengetahuan, sikap,maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahuiperkembangan baikmental, sosial, danintelektual putra-putrinya. B. Uji Kompetensi 1. Uji Penampilan Berikan penilaian secara bergantian dengan menggunakan tabel berikut ini! Penilaian bermain secara kelompok Skor Penilaian No. Aspek yang dinilai A BC D 86-100 < 55 1. Tata Teknik Pentas 71-85 56-70 2. Tata Busana 3. Penampilan Tokoh 4. Kerjasama Aspek 1, 2, dan 3 A. Jika tata teknik pentas, tata busana, dan penampilan tokoh sangat sesuai dengan cerita. B. Jika tata teknik pentas, tata busana, dan penampilan tokoh sesuai dengan cerita. C. Jika tata teknik pentas, tata busana, dan penampilan tokoh cukup sesuai dengan cerita. D. Jika tata teknik pentas, tata busana, dan penampilan tokoh kurang sesuai dengan cerita. Keterangan 4 A. Jika dapat melakukan pekerjaan sangat sesuai dengan tugasnya. B. Jika dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan tugasnya. C. Jika dapat melakukan pekerjaan cukup sesuai dengan tugasnya. D. Jika dapat melakukan pekerjaan kurang sesuai dengan tugasnya. 2. Uji Sikap Uraikan pendapatmu secara singkat dan jelas pada setiap pertanyaan berikut ini. a. Bagaimana cara mengenalkan teater tradisional kepada masyarakat luas? b. Siapa yang harus melestarikan teater tradisional? 3. Uji Pengetahuan Jawablah dengan singkat soal berikut ini! a. Jelaskan dua fungsi tata busana pada pertunjukan teater! b. Jelaskan dua elemen penting pendukung keberhasilan pada pertunjukan teater! Seni Budaya 211 Bab 16 - Buku Siswa138 Buku Guru SMP/MTs Kelas VIIEvaluasi dan Penilaian Pembelajaran Guru mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa tes dan non-tes. Tes dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Non-tes dapat berupa lembar kerja, kuesioner, projek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. Guru sebaiknya melakukan evaluasi berdasarkan karya siswa baik berupa penampilan atau pameran maupun produk. Untuk dapat menilai karya tersebut dapat menggunakan rubrik. Guru sebaiknya menggembangkan rubrik penilaian sendiri sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah. Jika guru mengalami kesulitan dalam menggembangkan rubrik dapat memodifikasi rubrik yang sudah ada. Aktivitas Mengomunikasikan 1. Buat tulisan tentang pertunjukkan teater yang dibawakan oleh kelompok lain. 2. Tulislah maksimum 50 kata dan berdasarkan hasil pengamatan yang di- lakukan oleh salah satu kelompok. 3. Tulisan memberikan kritik yang membangun sehingga kamu dan teman- temanmu mengetahui kelemahan dan kekurangan pertunjukan teater. Untuk selanjutnya, kamu dapat melakukan pertunjukan teater lebih baik lagi. C. Rangkuman Pelaksanaan pementasan Fragmen dapat terlaksana dengan baik atau tidak tergantung dari kerjasama tim. Kemampuan dalam manajemen pertunjukan merupakan salah satu kunci ke- berhasilan. Manajemen pertunjukan dapat berhasil jika semua anggota tim saling bahu membahu bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Kemampuan dalam tata rias, tata busana, tata lampu, dan tata panggung, merupakan keterampilan yang harus dikuasai dalam pementasan teater. Aspek-aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. D. Refleksi Nah kamu telah melaksanakan pementasan teater. Sela- ma melakukan persiapan dan pelaksanaan pementasan tentu merasakan suka dan duka bekerja sama dengan temanmu. Kamu tentu juga merasakan pentingnya melakukan kerja sama, saling menghormati, saling menghargai, saling peduli, santun, serta jujur dalam bekerja sehingga pementasan dapat terlaksana dengan baik. Tuliskanlah kesan-kesanmu selama melaksanakan pementasan teater! 212 Kelas VII SMP/MTs Edisi RevisiBab 16 - Buku Siswa Seni Budaya 139140 Buku Guru SMP/MTs Kelas VIIGlosariumaksen tekanan suara pada kata atau suku kataarsir menarik garis-garis kecil sejajar untuk mendapatkan efek bayangan ketikamenggambar atau melukisartikulasi lafal pengucapan pada kataasimetris tidak sama kedua bagiannya atau tidak simetrisdiafragma sekat rongga badan yang membatasi antara rongga dada dan rongga perutekspresi pengungkapan atau proses menyatakan perasaanestetik mengenai keindahanfonem vokal bunyi yang keluar dari mulut tanpa halangan/hambatangerak ritmis gerakan yang memiliki iramageometris ragam hias berbentuk bulatintonasi ketepatan mengucapkan tinggi rendahnya katalevel tingkatan gerak yang diukur dari lantaikriya pekerjaan tanganperkusi peralatan musik ritmispola lantai garis-garis yang dibuat oleh penari melalui perpindahan gerak di atas lantairagam hias ornamenritmis ketukan yang teraturruang bentuk yang diakibatkan oleh geraktenaga kuat atau lemah yang digunakan untuk melakukan gerakunisono menyanyi secara berkelompok dengan satu suaravokal grup menyanyi dengan beberapa orangwaktu tempo dan ritme yang digunakan untuk melakukan gerak Seni Budaya 141Daftar Pustaka Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung STSI PRESS. Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera Yogyakarta Arti. Dibia, I Wayan, dkk. 2006. Tari Komunal Buku Pelajaran Kesenian Nusantara. Jakarta Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Endraswara, Suwardi. 2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta FBS Universitas Negeri Yogyakarta. Gray, Peter. 2009. Panduan Lengkap Menggambar & Ilustrasi Objek & Observasi. Terjemahan Sara C. Simanjuntak. Jakarta Karisma. Grotowski, Jerzy. 2002. Menuju Teater Miskin. Yogyakarta Penerbit Arti. Hartoko, Dick. 1986. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta Gramedia. Hawkins, Alma. 1990. Mencipta Lewat Tari, terjemahan Sumandiyo Hadi. Yogyakarta ISI. Humprey, Doris. 1983. Seni Menata Tari, terjemaha. Sal Murgiyanto. Jakarta Dewan Kesenian Jakarta. Jazuli, M. 2008. Pendidikan Seni Budaya Suplemen Pembelajaran Seni Tari. Semarang Unnes Press. Juih, dkk. 2000. Kerajinan Tangan dan Kesenian. Jakarta Yudhistira. Latifah, Diah dan Harry Sulastianto. 1993. Buku Pedoman Seni SMA. Bandung Ganeca Exact. Purnomo, Eko, 1996. Seni Gerak. Jakarta Majalah Pendidikan Gelora, Grasindo. Putra, Mauly, Ben M. Pasaribu. 2006. Musik Pop Buku Pelajaran Kesenian Nusantara. Jakarta Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Rangkuti, dkk. 2000. Lagu-Lagu Daerah. Jakarta Titik Terang. Redaksi Indonesia Cerdas. 2008. Koleksi 100 Lagu Daerah Indonesia Terpopuler. Jogjakarta Indonesia Cerdas. Rustopo ed, 1991. Gendhon Humardhani Pemikiran dan Kritiknya. SurakartaSTSI. Sachari, Agus editor. 1986. Seni Desain dan Teknologi Antologi Kritik, Opini dan Filosofi. Bandung Buku Guru SMP/MTs Kelas VIISchneer, Geoegette. 1994. Movement Improvisation. South Australia Human Kinetics, Jacqueline. 1986. Komposisi Tari Sebuah Petunjuk Praktis bagi Guru, terj. Ben Suharto. Yogyakarta Nano. 2003. Menyentuh Teater, Tanya Jawab Seputar Teater Kita. Jakarta MU 3 Nur ed. 2000. Interkulturalisme dalam Teater. Yogyakarta Yayasan untuk Rachman. 2003. Yoga untuk Kesehatan. Semarang Dahara Rikrik El. 2006. Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung Rekayasa Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta Gramedia Pustaka Jakob. 1986. Ikhtisar Sejarah Teater Barat. Bandung AngkasaSumaryono, Endo Suanda. 2006. Tari Tontonan. Jakarta Lembaga Pendidikan SeniNusantara. Susanto, Mikke. 2003. Membongkar Seni Rupa. Yogyakarta Mudji dan Christ Verhaak. 1993. Estetika Filsafat Keindahan. Yogyakarta Depdiknas. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta Gramedia Pustaka Cut Camaril, dan Ratna Panggabean. 2006. Tekstil Buku Pelajaran Seni Budaya. Jakarta Lembaga Pendidikan Seni Putu. 2006. Teater Buku Pelajaran Seni Budaya. Jakarta Lembaga Pendidikan Seni Gambar diunduh 23 Maret 2013 diunduh 6 Mei 2013 Seni Budaya 143IndeksA NAkting 141–147 Nada 69–147, 121–147Alat 66–147, 81–147, 113–147, 135–147Alat musik 66–147, 81–147, 113–147 OAnsambel 6–147 Objek 140–147B PBahan 135–147Bentuk 22–147, 25–147, 79–147, Pola lantai 100–147 81–147 RE Ragam hias 6–147, 37–147 Ruang 2–147, 6–147, 24–147, 25–147Eksplorasi 58–147, 64–147, 87–147Ekspresi 17–147 SG Sasando 81–147Gambar 6–147, 8–147, 9–147, 86–147, T 141–147 Teater 3–147, 6–147, 110–147, 113–147,Gerak 14–147, 17–147, 87–147, 90–147, 120–147, 127–147, 128–147, 140–147 140–147, 141–147K Teknik 6–147, 12–147, 25–147, 52–147, 67–147Komposisi 6–147, 21–147, 141–147 Teknik vokal 6–147L Tekstil 141–147Lagu 68–147, 75–147, 79–147, 93–147, 140–147Level 6–147, 100–147MMotif 133–147Musik 2–147, 6–147, 57–147, 68–147, 69–147, 81–147, 140–147, 145–147144 Buku Guru SMP/MTs Kelas VII Penggunaan teknik penilaian hasil Belajar Seni Budaya dapat beberapa cara dalam penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam Sistem Penilaian Kelas sebagai berikut a. Penilaian Kompetensi Sikap Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat”peer evaluation oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian rating scale yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik. 1 Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Lembar observasi dapat disusun guru sesuai dengan KD dan aspek seni yang dipelajari, sehingga penilaian dalam bentuk observasi ini dapat melengkapi penilaian lainnya, agar perilaku peserta didik dapat lebih diamati dengan baik. BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 120 Pada pembelajaran Seni Budaya lembar observasi biasanya berupa pengamatan dalam kegiatan mengeksplorasi dan berkreasi seni. Contoh Lembar pengamatan peserta didik untuk kegiatan Menirukan Gerak Tari Tradisi No Nama Peserta didik Peilaku yang diamati Terbuka Kerajinan Keaktifan Kedisiplinan 1 2 3 4 2 Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri. Instrumen penilaian diri dibuat guru sesuai dengan KD dan indikator yang ingin dicapai, khususnya pada kemampuan mengapresiasi dan berkreasi seni. Berdasarkan penilaian diri, maka guru akan memberikan perbaikan pembelajaran terhadap peningkatan kompetensi melalui remedial, sedangkan untuk peserta didik yang memiliki BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 121 kompetensi unggul maka guru dapat memberikan pengayaan. Penilaian diri memerlukan kejujuran dari peserta didik, untuk itu harus dilengkapi dengan penilaian antarpeserta didik. Pada mata pelajaran Seni Budaya indikator kreativitas, mandiri dan bertanggung jawab menjadi tujuan. Kreatifitas merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki dalam berkesenian, demikian pula kemandirian. Rasa tanggung jawab menjadi warga negara yang baik dapat direfleksikan melalui pemahaman terhadap berkehidupan bernegara seperti menghormati keberagaman budaya antar etnis, Sehingga mempunyai rasa memiliki terhadap budayanya sendiri dan menghargai budaya orang lain. 3 Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik. Instrumen ini membantu dalam memberikan informasi ketika peserta didik melakukan penilaian diri. 4 Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 122 b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan Pendidik dapat menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. 1 Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran. 2 Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan. 3 Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas. Instrumen penugasan sering digunakan pada mata pelajaran Seni Budaya, khususnya pada komptensi yang menekankan kepada apresiasi seni. c. Penilaian Kompetensi Keterampilan Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian rating scale yang dilengkapi rubrik. 1 Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi. Tes praktik sangat umum digunakan untuk BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 123 mengukur kompetensi keterampilan dalam mengekspresikan dan berkarya seni. Contoh Kemampuan mengekspresikan tari kreasi gaya tradisi yang dapat diidentifikasi melalui dimensi-dimensi dari variabel kemampuan menari, sehingga indikator-indikator yang harus dicapai dapat dirumuskan sesuai dengan tujuan pencapain hasil belajar menari tersebut Aspek Komponen Skor Bobot 1 2 3 4 Gerak 1. Melakukan teknik gerak 2. Melakukan gerak penghubung 3. Kelancaran melakukan gerak dari awal hingga akhir 50% Jumlah Irama 4. Kesesuain gerak dengan irama 5. Kesesuaian gerak dengan ritme 6. Ketepatan gerak dengan Hitungan 30% Jumlah Eskpre 7. Ekspresi gerak BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 124 si 8. Harmonisasi gerak 9. Keserasian antara gerak dengan ekspresi wajah karakter 20% Jumlah Jumlah Keseluruhan Keterangan Kriteria Penilaian Rubrik No. Butir Aspek yang diamati 1 4 peserta didik mampu melakukan pengembangan teknik gerak berdasarkan tari tradisi 3 peserta didik mampu melakukan pengembangan teknik gerak tetapi tidak berdasarkan tari tradisi 2 peserta didik kurang mampu melakukan pengembangan teknik gerak berdasarkan tari tradisi 1 peserta didik tidak mampu melakukan pengembangan teknik gerak berdasarkan tari tradisi 2 4 peserta didik mampu melakukan gerak penghubung dengan baik 3 peserta didik mampu melakukan BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 125 No. Butir Aspek yang diamati dalam melakukannya 2 peserta didik mampu melakukan gerak penguhubung tetapi tidak dapat melakukannya dengan baik 1 peserta didik tidak mampu melakukannya gerak penghubung 3 4 peserta didik mampu menarikan dengan lancar gerak dari awal sampai akhir 3 peserta didik mampu menarikan dengan kurang lancar gerak dari awal sampai akhir 2 peserta didik mampu menarikan dengan tidak lancar gerak dari awal sampai akhir 1 peserta didik tidak mampu menarikan gerak dari awal sampai akhir 4 4 peserta didik mampu menari sesuai dengan irama 3 peserta didik mampu menari kurang sesuai dengan irama 2 peserta didik mampu menari tidak sesuai dengan irama 1 peserta didik mampu menari sangat tidak sesuai dengan irama BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 126 No. Butir Aspek yang diamati 5 4 peserta didik mampu menari sesuai dengan ritme 3 peserta didik mampu menari kurang sesuai dengan ritme 2 peserta didik mampu menari tidak sesuai dengan ritme 1 peserta didik mampu menari sangat tidak sesuai dengan ritme 6 4 peserta didik mampu menari sesuai dengan hitungan gerak 3 peserta didik mampu menari, tetapi kurang sesuai dengan hitungan gerak 2 peserta didik mampu menari, tetapi tidak sesuai dengan hitungan gerak 1 peserta didik tidak mampu menari dan tidak sesuai dengan hitungan gerak 7 4 peserta didik mampu mengekspresikan gerak sesuai dengan tema tari 3 peserta didik kurang mampu mengekspresikan gerak sesuai dengan tema tari BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 127 No. Butir Aspek yang diamati mengekspresikan gerak, namun kurang sesuai dengan tema tari 1 peserta didik tidak mampu mengekspresikan gerak sesuai dengan tema tari 8 4 peserta didik mampu menari dengan harmonis 3 peserta didik kurang mampu menari dengan harmonis 2 peserta didik mampu menari tidak memperhatikan harmonis 1 peserta didik tidak mampu menari dengan harmonis 9 4 peserta didik mampu menari dengan serasi antara gerak dengan ekspresi wajah karakter 3 peserta didik mampu menari tanpa memperhatikan keserasian antara gerak dengan ekspresi wajah karakter 2 peserta didik kurang mampu menari dengan serasi antara gerak dengan BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 128 No. Butir Aspek yang diamati ekspresi wajah karakter 1 peserta didik tidak mampu menari dengan serasi antara gerak dengan ekspresi wajah karakter 2 Projek adalah tugas-tugas belajar learning tasks yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu. Penilaian projek dalam pembelajaran Seni Budaya dapat dilakukan guru pada kegiatan pameran atau pergelaran seni, selain itu juga dapat dalam bentuk membuat laporan, ulasan atau kritik seni yang dipresentasikan peserta didik. Pada penilaian projek setidaknya ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan yaitu pengelolaan Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan. Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 129 pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran. Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. Penilaian Projek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan sampai dengan akhir projek. Untuk itu perlu memperhatikan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. Pelaksanaan penilaian dapat juga menggunakan rating scale dan checklist. 3Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti makanan, pakaian, hasil karya seni patung, lukisan, gambar, barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 tiga tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu a. Tahap persiapan, meliputi penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk. BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 130 b. Tahap pembuatan produk proses, meliputi penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik. c. Tahap penilaian produk appraisal, meliputi penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan. Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. a. Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal. b. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan. Contoh Penilaian produk untuk materi Seni Rupa dilakukan terhadap tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Penilaian psikomotorik mendapatkan porsi lebih besar dibandingkan dengan kognitif dan afektif di bawah ini adalah contoh penilaian terhadap hasil karya peserta didik. BUKU GURU TUNA NETRA SENI BUDAYA 131 No. Aspek Penilaian Skor 1 2 3 4 A MELUKIS 1 Ide/gagasan 2 Komposisi 3 Kreativitas 4 Kerapihan dan kebersihan 3 Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Penilaian portofolio diberikan agar karya peserta didik didokumentasikan dengan baik sebagai pendukung dalam kemampuan menilai kemampuan diri. Portofolio dalam mata pelajaran Seni Budaya dapat berupa kumpulan hasil karya Seni Rupa atau karya-karya seni dalam bentuk VCD dan deskripsi karya seni. C. Pelaksanaan Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 4 Makna simbolik pada unsur, objek atau tema. Karya 4 ………………… 1 Unsur-unsur rupa yang menonjol 2 Objek yang tampak 3 Bagian objek yang paling menarik 4 Makna simbolik pada unsur, objek atau tema. C. Medium Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi Perwujudan sebuah karya seni rupa sangat dipengaruhi medium yang digunakan dalam proses pembuatan karya tersebut. Medium berasal dari kata “media” yang berarti perantara. Istilah medium biasanya digunakan untuk menyebut berbagai hal yang berhubungan dengan bahan termasuk alat dan teknik yang dipakai dalam berkarya seni Susanto, 2011. Keterampilan dalam mengolah bahan, menggunakan alat dan penguasaan teknik yang baik sangat diperlukan untuk mewujudkan sebuah karya seni yang berkualitas. Ingatlah bahwa keterampilan mewujudkan karya yang berkualitas ini tidak berkaitan langsung dengan bakat seseorang, tetapi lebih dipengaruhi oleh ketekunan dalam berlatih. Setiap jenis karya seni rupa medium alat, bahan dan teknik yang khas dalam proses perwujudannya. Demikian pula dalam berkarya seni rupa dua dimensi karena kekhasannya inilah maka ada karya seni rupa dua dimensi yang dinamai sesuai dengan bahan atau teknik pembuatannya. Tahukah kamu jenis karya seni rupa apa saja yang dinamai atau dikategorikan berdasarkan bahan dan tekniknya tersebut? Adakah karya-karya tersebut di sekitar kamu? 14 Kelas XII SMA/ MA/ SMK/ MAK Semester 1 Apakah kamu sudah pernah melihat karya seni lukis bukan? Medium yang umum dikenal dalam berkarya seni lukis adalah kuas, kanvas, dan cat. Dengan menggunakan kuas, perupa menggoreskan cat pada permukaan kanvas untuk menciptakan bentuk-bentuk yang unik. Selain kanvas medium lain juga dapat digunakan untuk berkarya lukisan. Ada lukisan yang menggunakan medium papan kayu board, kertas, kaca dan sebagainya. Jenis cat yang digunakan dalam melukis juga sangat banyak, ada yang berbasis air dan ada yang berbasis minyak, ada yang berbentuk padat dan ada juga yang berbentuk cair. Pengunaan alat, bahan dan teknik dalam proses pembuatan karya seni lukis dapat menyebabkan efek visualisasi yang berbeda-beda pula. Adakalanya kita dengan mudah mengetahui medium yang digunakan dalam berkarya seni lukis, tetapi ada kalanya kita sulit untuk membedakan penggunaan alat, bahan dan teknik pada sebuah karya seni lukis terutama jika hanya melihat gambar reproduksinya saja. Perhatikan gambar-gambar reproduksi karya seni lukis berikut ini. Dapatkah kamu mengidentifikasi alat, bahan dan teknik yang digunakan dalam proses pembuatannya? Berilah alasan atas jawaban yang kamu berikan. Perhatikan pula unsur rupa dan objek pada karya-karya tersebut, kemudian berikan tanggapan kamu terhadap masing-masing karya seni lukis tersebut. Sumber Arti Ed 010-Des20082 Gambar Lin Tianlu, “Sweetie Pie”, 2008, cat minyak pada kanvas canvas, 150 x 150 cm Gambar Lin Tianlu, “Super Bear”, 2008 , cat minyak pada kanvas canvas, 275 x175 cm Seni Budaya 15 Sumber Visual Art Jun-Jul 2004 Gambar Chusin, “Rp. 2004, cat minyak charcoal pada kanvas canvas, 100 x 132 cm Sumber dok Galeri Nasional Indonesia Gambar Sasya Tranggono, 2003, Are you Woman?, Watercolor on paper, 75 x 55 cm 16 Kelas XII SMA/ MA/ SMK/ MAK Semester 1 Sumber dok Galeri Nasional Indonesia Gambar Janu Purwanto Untoro, 2009,“Ruang Pengikat Hati”, Akrilik pada kanvas, 100 x 140 cm, Seni Budaya 17 MENCARI IDE ATAU Proses Berkarya GAGASAN BERKARYA MENEMUKAN IDE ATAU GAGASAN BERKARYA MENUANGKAN IDE ATAU GAGASAN BERKARYA KE DALAM SKETSA MEMINDAHKAN SKETSA KE ATAS KANVAS MEMPRESENTASIKAN KARYA SENI 18 Kelas XII SMA/ MA/ SMK/ MAK Semester 1 Kamu telah mengamati dan belajar tentang medium alat, bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa. Perhatikan contoh karya-karya seni rupa dua dimensi berikut ini! Sumber dok Galeri Nasional Indonesia Gambar Joni Susanto, 2010, “Ruller In Reality”, Cat minyak di atas kanvas, 200 x 145 cm, Seni Budaya 19 Sumber dok Galeri Nasional Indonesia Gambar Surya Darma, 2011, “No Magic”, Akrilik pada kanvas, 100x100cm Perhatikan objek pada karya-karya tersebut. Kamu tentu dapat membedakan mana objek mahluk hidup dan mana objek benda mati atau mungkin objeknya tidak merepresentasikan keduanya. Apakah objek pada karya lukisan-lukisan tersebut memiliki makna simbolik tertentu? Kamu juga dapat mencoba mengidentifikasi bahan dan teknik yang digunakan untuk membuat karya-karya tersebut bukan? Kemudian sekarang cobalah berlatih untuk membuat karya seni rupa. Gunakanlah salah satu alat, bahan, dan teknik yang pernah kamu pelajari. Jika sudah, cobalah berkarya kembali menggunakan objek, alat, bahan dan teknik yang berbeda-beda. Rasakan oleh kamu dan kemukakan objek mana yang menurut kamu paling menarik. Alat, bahan dan teknik apa yang paling kamu sukai. Jelaskan mengapa objek tersebut menarik dan bahan serta teknik tersebut kamu sukai. Sajikan karya kamu bersama-sama kemudian diskusikan bersama-sama, berilah tanggapan tidak hanya pada karya yang kamu buat tetapi karya yang dibuat teman-teman yang lain.. 20 Kelas XII SMA/ MA/ SMK/ MAK Semester 1 Uji Kompetensi Penilaian Pribadi Nama ………………… ………………… Kelas ………………… ………………… Semester Waktu penilaian No Pernyataan Saya berusaha belajar tentang medium alat, bahan dan teknik 1 berkarya seni rupa dua dimensi Ya Tidak Saya berusaha belajar membuat karya seni rupa dua dimensi 2 Ya Tidak Saya mengikuti pembelajaran apresiasi karya seni rupa dua 3 dimensi dengan sungguh-sungguh Ya Tidak Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu 4 Ya Tidak Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami 5 Ya Tidak Seni Budaya 21 Saya aktif dalam mencari informasi tentang alat, bahan dan teknik berkarya seni rupa dua dimensi 6 Ya Tidak Saya menghargai keunikan berbagai jenis karya seni rupa dua 7 dimensi Ya Tidak Saya menghargai keunikan karya seni rupa dua dimensi yang dibuat oleh teman saya 8 Ya Tidak Saya tidak malu untuk menyajikan karya seni rupa dua dimensi 9 yang saya buat Ya Tidak 22 Kelas XII SMA/ MA/ SMK/ MAK Semester 1 Penilaian Antarteman Nama teman yang dinilai ……………….………………. ……………………………….. Nama penilai ………………..……………… ……………………………….. Kelas …………………….…………. Semester Waktu penilaian No Pernyataan Berusaha belajar dengan sungguh-sungguh 1 Ya Tidak Mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian 2 Ya Tidak Mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu 3 Ya Tidak Mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami 4 Ya Tidak Berperan aktif dalam kelompok 5 Ya Tidak Menyerahkan tugas tepat waktu 6 Ya Tidak Seni Budaya 23 Menghargai keunikan ragam seni rupa dua dimensi 7 Ya Tidak Menguasai dan dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan 8 baik Tidak Ya Menghormati dan menghargai teman 9 Ya Tidak 24 Kelas XII SMA/ MA/ SMK/ MAK Semester 1 Penugasan Mengumpulkan gambar reproduksi karya seni rupa dua dimensi dari berbagai sumber. Kemudian membuat analisis sederhana berkaitan dengan nama perupa jika ada, jenis karya, medium teknik dan bahan, unsur fisik dan non fisik. Kumpulkan juga informasi tentang perkembangan medium bahan, alat dan teknik yang digunakan dalam membuat karya seni rupa dua dimensi. Projek Cobalah membuat karya seni lukis, kolase kertas dan desain dekorasi dengan menggunakan berbagai variasi alat, bahan dan teknik. Mulailah dengan mencari ide atau gagasan terlebih dahulu kemudian buatlah beberapa sketsa rancangan dari masing-masing karya seni rupa yang akan kamu buat. Simpan sketsa yang telah kamu buat tersebut dan pilihlah satu sketsa atau rancangan dari masing-masing karya yang akan kamu buat untuk kamu wujudkan menjadi karya seni rupa dua dimensi berupa lukisan, kolase kertas dan desain dekorasi. Pilihlah objek, bentuk dan warna yang paling kamu sukai dan yang kamu anggap paling unik dan menarik. Buatlah laporan tertulis sebagai pendamping karya seni rupa dua dimensi yang kamu buat tersebut. Kemukakan alasan pemilihan ide, tema, bentuk, bahan dan teknik serta alat yang kamu pilih. Pada akhir laporan kemukakan keunikan dari masing-masing karya yang kamu buat. Rangkuman Karya seni rupa dikategorikan berdasarkan medium bahan, alat, dan teknik, waktu, fungsi dan tujuan pembuatannya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat mempengaruhi perkembangan pengkategorian karya seni rupa ini. Kreatifitas seorang perupa mencari berbagai kemungkinan penggunaan medium berkarya seni rupa menyebabkan jenis karya seni rupa semakin beragam jenisnya. Simbol dalam karya seni rupa dua dimensi ditunjukkan melalui visualisasi objek, tema atau penataan unsur-unsurnya. Seni Budaya 25

aspek yang diamati uraian hasil pengamatan seni budaya