Jenis - Jenis Injektor Diesel Comman Rail. 1. Elektromagnetic Common Rail Diesel Injektor. 1. Cara kerjanya yaitu ketika diaktifkan oleh ECM ( elektronik control module), solenoid elektromagnetik yang ada diatas injektor memungkinkan bahan bakar tekanan tinggi untuk mengangkat jarum dari dudukannya dan injeksi dilakukan.
Cara Memperbaiki Common Rail. Pada diesel common rail, bahan bakar dialirkan melalui fuel rail dan kemudian terdistribusi ke tiap injektor yang terhubung dengan ruang bakar dalam silinder. Makanya injektor mesin diesel common rail berbeda dengan tipe konvensional. Seiring pemakaian waktu, injektor diesel common rail juga bisa mengalami kerusakan.
Mesin diesel dikembangkan dalam versi dua-tak dan empat-tak. Mesin ini awalnya digunakan sebagai pengganti mesin uap. Sejak tahun 1910-an, mesin ini mulai digunakan untuk kapal dan kapal selam, kemudian diikuti lokomotif, truk, pembangkit listrik, dan peralatan berat lainnya.
Mesin diesel Common Rail menggunakan sistem pipa umum dengan pengaturan elektronik yang presisi. Sementara mesin diesel konvensional mengandalkan mekanisme mekanis untuk mengatur injeksi. Kesimpulan. Mesin diesel Common Rail memberikan efisiensi, performa, dan emisi yang lebih baik. Namun, biaya produksi dan perawatan cenderung lebih tinggi.
Sementara itu, mesin diesel commonrail menggunakan sistem injeksi langsung yang lebih canggih, di mana bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar melalui pipa yang disebut common rail. Sistem injeksi bahan bakar pada mesin diesel commonrail terdiri dari beberapa komponen, yaitu fuel tank (tangki bahan bakar), fuel pump (pompa bahan bakar
KomponenMesin Diesel Common Rail. Sistem common rail terdiri atas beberapa komponen seperti fuel tank untuk menyimpan bahan bakar, filter bahan bakar (fuel filter), serta supply pump. Selain itu terdapat pula high pressure pump, high pressure accumulator, injektor, katup pengatur tekanan, sensor-sensor, dan electronic driver control (EDC).
. Posted on 09 Jan 2021 Mesin diesel terdiri dari dua sistem, yaitu konvensional dan common rail. Mesin diesel common rail lebih modern dengan sistem komputerisasi, khususnya perihal suplai bahan bakar ke ruang bakar. Namun ketika mesin diesel common rail susah hidup, berarti ada beberapa masalah yang bisa menjadi penyebabnya. Apa saja penyebab dari masalah ini? Masalah Solar Penyebab pertama masalah mesin diesel common rail susah hidup adalah solar. Seperti yang diketahui, solar adalah bahan bakar khusus mesin diesel. Namun ketika solar yang dipakai bermasalah, maka sudah pasti mesin ini susah solar ini mencakup terlalu kotor dan bercampur air dan jenis oplosan yang sudah tercampur cairan lain. Maka dari itu Anda harus selalu pastikan bahwa solar yang dipakai memang produk terpercaya. Jika tidak, hal ini dapat menyebabkan mesin diesel mati mendadak. Masalah Pipa/Selang Bahan Bakar Rusak Pipa atau selang bahan bakar memang menjadi bagian penting karena sebagai tempat mengalirnya solar ke bagian injektor. Jika bocor, robek, atau lepas, sudah pasti bahan bakar tidak bisa mencapai injektor. Risikonya adalah mesin diesel menjadi susah hidup. Selain itu solar akan berceceran ke bagian mesin lainnya. Malah jadi membawa risiko lebih bahaya lagi. Masalah Filter Bahan Bakar Mampet Filter bahan bakar berguna untuk menyaring kotoran. Dengan begitu solar yang masuk ke dalam ruang bakar menjadi lebih bersih. Namun saat kotoran yang tertampung sudah terlalu banyak, maka bisa muncul masalah mampet. Gejala pertama yang menjadi penanda adalah lampu indikator check engine atau water separator menyala. Kemudian suplai bahan bakar ke dalam injektor pastinya terpengaruhi karena tidak mencapai jumlah yang sesuai. Akhirnya mesin menjadi susah hidup. Masalah Priming Pump Rusak Priming pump terkadang masih digunakan di dalam beberapa mesin diesel common rail. Fungsinya untuk membantu kinerja supply pump untuk menghisap solar dari dalam tangki bahan bakar. Ketika priming pump rusak, maka solar tidak bisa terhisap dengan sempurna. Inilah yang menjadi salah satu alasan mesin jadi susah hidup. Masalah Supply Pump Pada bagian priming pump sudah disebutkan bahwa ada komponen supply pump dalam mesin diesel common rail. Fungsi utamanya adalah memompa solar ke dalam fuel rail yang menciptakan tekanan tinggi sehingga bahan bakar bisa diinjeksikan ke dalam injektor. Namun ada beberapa masalah yang bisa terjadi ke dalam supply pump SCV Suction Control Valve adalah salah satu bagian dari supply pump. Kalau SCV rusak, bocor, atau mampet, maka bisa membuat mesin susah hidup. Supply pump yang baru dipasang harus dilakukan inisialisasi terhadap ECU. Kalau tidak dilakukan inisialisasi, lampu indikator cek engine mobil Anda pasti menyala. Efeknya mesin susah dihidupkan. Masalah Fuel Rail Fuel rail atau biasa disebut juga sebagai common rail memiliki dua komponen utama, yaitu fuel rail pressure limiter dan fuel rail pressure sensor. Kalau kedua komponen ini rusak atau memiliki masalah, pembacaan CUR kepada tekanan bahan bakar dalam fuel rail pasti tidaklah akurat. Anda langsung mendapatkan peringatan dini lewat lampu indikator cek engine yang menyala. Kemudian mesin menjadi susah hidup juga Inilah Cara Pasang GPS Mobil yang Benar Untuk Hindari Tersesat Masalah Injektor Injektor sudah disebutkan beberapa kali di atas. Fungsinya berguna untuk mengubah solar bertekanan menjadi kabut bahan bakar sehingga mesin bisa bekerja dengan baik. Namun ketika injektor bermasalah, mesin pasti susah hidup. Apalagi ada beberapa masalah yang bisa muncul Injektor mengalami mampet. Injektor belum diregistrasi ke ECU karena baru diganti. Injektor belum mengalami learning karena baru dipasang. Learning adalah proses pengenalan ECU kepada kondisi komponen baru. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui cara membersihkan injektor mobil yang benar. Masalah Sensor Common Rail Rusak Mesin diesel common rail memiliki sensor-sensor yang berguna untuk acuan saat mengoperasikan injektor dan berbagai aktuator lainnya. Tentunya terkait juga dengan sistem common rail. Beberapa sensor itu adalah CKP sensor sensor ini berguna untuk mengukur sudut putaran crankshaft. CMP sensor sensor ini berguna untuk mengukur sudut putaran camshaft. MAP sensor sensor ini berguna untuk mengukur tekanan yang ada dalam intake manifold. Kalau salah satu dari sensor di atas mengalami kerusakan, dampak negatifnya adalah mesin jadi susah dihidupkan oleh Anda. Masalah ECU ECU adalah kontrol dari keseluruhan sistem common rail. Gunanya untuk membaca, mengolah, hingga memutuskan komponen mana yang bekerja sesuai kebutuhan mesin. Beberapa masalah ECU mencakup; ECU mengalami kerusakan hingga bisa membuat mobil mogok. Vehicle Identification Number VIN belum teregistrasi dalam ECU karena baru diganti. Mengganti ECU yang modelnya tidak sesuai dengan tipe mobil Anda. Masalah Tidak Melakukan Perawatan Berkala Masalah yang cukup penting untuk dihindari adalah melupakan perawatan berkala. AutoFamily harus merawat mesin mobil diesel common rail secara berkala agar bisa mendapatkan performa terbaik. Untuk itu bawa mobil Toyota kesayangan AutoFamily ke bengkel resmi Auto2000. Dengan barisan teknisi handal dan berpengalaman, masalah-masalah yang telah disebutkan di atas tidak akan terjadi sehingga mobil bisa digunakan setiap hari dengan nyaman dan lancar. Kunjungi Auto2000 Digiroom sekarang juga dan dapatkan berbagai Promo Dealer Mobil Toyota terbaru untuk berbagai jenis layanan purna jual Auto2000. Baca juga Ingin Modifikasi Toyota Fortuner? Yuk, Kenali Bagian-bagian pada Mesin Mobil Auto2000 Digiroom Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang tersebar di seluruh Indonesia. Temui kami di Media Sosial
Sunday, September 24, 2017 Edit Mesin diesel common rail EFI merupakan mesin diesel modern yang sistem kerjanya sudah computerize, artinya sudah menggunakan komponen elektronik seperti sensor-sensor dan control unit untuk mengontrol kinerjanya. Saat mengalami kerusakan yang berhubungan dengan sistem kontrol maka kode kerusakan akan disimpan di dalam memori control unit untuk memudahkan melakukan analisa perbaikan, ikuti petunjuk kode DTC yang ditampilkan saat melakukan perbaikan. Namun jika tidak terdapat kode kerusakan atau DTC lakukanlah pemeriksaan dasar sebagai langkah awal perbaikan. Diesel Common Rail Ikuti langkah-langkah berikut untuk melakukan troubleshooting yang sistematis sehingga kerusakan dapat diperbaiki secara akurat dan cepat. Tidak bisa start Sulit starter Area yang dicurigai Starter Relay starter Water temp. sensor Sulit starter saat mesin dingin Area yang dicurigai Sirkuit sinyal STA Injektor Saringan bahan bakar ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Sulit starter saat mesin panas Area yang dicurigai Sirkuit sinyal STA Injektor Saringan bahan bakar Tekanan kompresi ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Mesin mati segera setelah start Area yang dicurigai Saringan bahan bakar Injektor Sirkuit sumber daya ECU ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Lain-lain Mesin mati Area yang dicurigai Sirkuit sumber daya ECU Injektor ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Idle pertama yang tidak tepat Idling buruk Area yang dicurigai Saringan bahan bakar Injektor ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Idle speed mesin tinggi Idling buruk Area yang dicurigai Sirkuit sinyal A/C Injektor Sirkuit sinyal STA ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Idle speed mesin lebih rendah Idling buruk Area yang dicurigai Sirkuit sinyal A/C Injektor Sirkuit kontrol EGR Tekanan kompresi Celah katup Saluran bahan bakar Pengurasan udara ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Idling kasar Idling buruk Area yang dicurigai Injektor Saluran bahan bakar Pengurasan udara Sirkuit kontrol EGR Tekanan kompresi Celah katup ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Hunting saat mesin panas Idling buruk Area yang dicurigai Injektor Sirkuit sumber daya ECU Tekanan kompresi Saluran bahan bakar Pengurasan udara Celah katup ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Hunting saat mesin dingin Idling buruk Area yang dicurigai Injektor Sirkuit sumber daya ECU Tekanan kompresi Saluran bahan bakar Pengurasan udara Celah katup ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Tersendat/Akselerasi buruk Kemampuan pengendaraan buruk Area yang dicurigai Injektor Saringan bahan bakar Sirkuit kontrol EGR Tekanan kompresi ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Knocking Kemampuan pengendaraan buruk Area yang dicurigai Injeckor Sirkuit kontrol EGR ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Asap hitam Kemampuan pengendaraan buruk Area yang dicurigai Injektor Sirkuit kontrol EGR ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Asap putih Kemampuan pengendaraan buruk Area yang dicurigai Sirkuit kontrol EGR Injektor Saringan bahan bakar ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Surging/Hunting Kemampuan pengendaraan buruk Area yang dicurigai Injektor ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar
– Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabarnya semua siang ini? Semoga semua baik-baik saja dan setiap pekerjaannya lancar tanpa halangan yang bergitu berarti. Untuk para pelanggan setia roda empat, sabar menanti pekerjaan selesai ya…! Kali ini saya akan mencoba menjelaskan sensor pada common rail dan tentu saja komputer yang mengolah data sensor-sensor tersebut. Sensor pada Common Rail. Mesin injeksi solar memiliki teknologi baru yang banyak orang sebut sebagai common rail. Selain memperbaiki mekanisme pengiriman bahan bakar solar ke injektor / nozzle, teknologi common rail memiliki pendukung sensor-sensor dan komputer. Seperti pada sistem injeksi bahan bakar bensin atau EFI, sensor-sensor dan ECU akan mendukung pengiriman bahan bakar sehingga dapat memberikan tenaga maksimum yang mesin miliki. Secara umum terdapat tujuh sensor pada mobil dengan teknologi common rail, yakni sebagai berikut; Pertama – Sensor CKP atau Crankshaft Position Sensor. Sensor ini merupakan sensor yang penting sekali pada teknologi common rail. Sensor CKP memiliki fungsi mengirimkan data posisi sudut poros engkol. Data tersebut akan memiliki terjemahan bahwa piston sedang berada pada titik mati atas atau titik mati bawah. Sensor CKP juga sekaligus untuk mengetahui putaran mesin yang sedang terjadi. Kebanyakan sensor CKP menggunakan tipe efek Hall tetapi tidak sedikit juga sensor CKP tipe induksi. Posisi sensor ada di sekitar poros engkol, biasanya bagian depan atau belakang poros engkol. Kedua – Sensor CMP atau Camshaft Position Sensor. Sensor kedua adalah sensor CMP. Fungsi dari sensor ini adalah mengetahui posisi sudut camshaft atau noken as. Data hasil dari sensor kemudian akan melalui proses pengolahan data pada ECU. Dari sensor CMP kita dapat mengetahui langkah yang sedang berlangsung pada tiap silinder yakni langkah hisap, kompresi, usaha dan langkah buang. Sensor CMP terletak pada kepala silinder mobil. Ketiga – Sensor Tekanan Bahan Bakar atau Fuel Pressure Sensor. Fungsi sensor tekanan bahan bakar adalah untuk mengetahui seberapa besar tekanan bahan bakar pada common rail. Lihat komponen-komponen sistem common rail. Selanjutnya adalah !!!!? Keempat – Sensor Pedal Gas atau Accelerator pedal position sensor. Sensor ini berfungsi mengetahui berapa besar sudut pedal gas saat pengemudi melakukan injakan pedal gas. Kelima – Sensor ECT atau WTS water coolant temperature sensor. Sensor ini mendeteksi seberapa tinggi temperatur air radiator dalam sistem pendinginan mesin. Biasanya terletak pada blok silinder atau kepala silinder dan langsung terhubung dengan galeri air atau coolant sistem pendingin. Keenam – Sensor IAT atau Intake Air Temperatur. Sensor ini bertugas untuk mengetahui seberapa tinggi temperatur udara yang akan masuk ke dalam bakar. Sensor ini terletak pada intake manifol atau pada saluran udara masuk. Ketujuh – Sensor MAF atau Mass Air Flow Sensor. Sensor MAF akan mendeteksi seberapa besar massa udara yang akan masuk ke dalam mesin. Sensor lain seperti sensor MAP beberapa mobil menggunakannya. Tetapi ada juga yang hanya menggunaan sensor MAF saja. Sebagai tambahan, untuk mengumpulkan data dari sensor-sensor tersebut, teknologi common rail memiliki komputer yang sering kita kenal sebagai ECU atau engine control unit.
Posted on 01 Agu 2021 Mesin diesel common rail merupakan inovasi terbaru untuk tipe dengan bahan bakar solar ini. Sistem common rail juga menerapkan skema pengontrol elektronik untuk menentukan berapa banyak jumlah solar yang diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Cara kerja mesin diesel memang berbeda dengan mobil bensin, kelebihan mesin diesel terletak pada bahan bakar dan kinerja mesin yang efektif pada komponen mesin diesel. Dengan teknologi ini maka akan lebih efisien, ramah lingkungan, dan tentunya hemat bahan bakar. Lalu, apa saja komponen common rail dan fungsinya? Simak penjelasannya di bawah ini. Mengenal Fungsi Sistem Common Rail Bahan Bakar Cara kerja commn rail hampir sama dengan EFI Electronic Fuel Injection yang fungsi utamanya untuk menyuplai bahan bakar. Berikut ini, ada berbagai komponen sistem common rail dan fungsinya yang akan dijelaskan mulai dari awal solar masuk hingga diinjeksikan ke dalam mesin 1. Tangki Bahan Bakar Dari namanya sudah jelas bahwa tangki bahan bakar menyimpan bahan bakar. Nantinya, bahan bakar dari tangki akan diinjeksikan ke dalam mesin ketika proses pembakaran berlangsung. 2. Electric Supply Pump Pompa bensin elektrik ini berguna untuk menyalurkan bahan bakar ke mesin. Tentunya menggunakan pompa bertekanan tinggi ini. Mau mesin diesel konvensional atau common rail, keduanya sama-sama memiliki pompa elektrik ini. Namun ada perbedaannya juga. Untuk pompa bersifat elektrik, ternyata posisinya ditenggelamkan ke dalam tangki. Di dalamnya terdapat saringan kasar untuk menyaring kotoran dan fuel level gauge yang berguna sebagai pendeteksi volume solar ke dalam tangki. 3. Filter Bahan Bakar Fuel Filter Filter solar terletak pada bagian fuel line. Komponen ini berfungsi untuk menyaring partikel kotoran yang terbawa dari aliran solar kemudian mengendapkan air di sana. Jadi solar yang masuk ke sistem pembakaran jauh lebih besar berkat filter ini. 4. Pompa Bahan Bakar Lalu ada komponen ini yang berguna membangkitkan tekanan bahan bakar solar dari tangki hingga sekitar 160 MPa. Tugasnya memang hanya membangkitkan tekanan saja karena untuk urusan timing telah diatur oleh solenoid yang ada di injector. 5. Fuel Rail Fuel rail yang terletak setelah pompa tekanan tinggi berguna untuk mempertahankan bahan bakar agar bisa tetap dalam tekanan tinggi. 6. Injector Sistem Injeksi Injector berguna untuk menginjeksikan bahan bakar ke dalam mesin. Tentunya dalam bentuk kabutan. Injector dalam sistem common rail sudah didesain secara khusus hingga terdapat solenoid yang bekerja dengan daya listrik. Baca Juga Ini Dia 5 Solusi Mobil Injeksi Tidak Bisa Hidup Fungsi Sistem Komponen Common Rail Kontrol Sekarang masuk ke bagian kedua yang melihat dari sisi kontrol elektrik. Inilah setiap komponen dan fungsinya 1. Sensor Sensor berfungsi untuk mendeteksi kondisi mesin sebagai acuan menghitung nilai aktuator. Jadi sensor bisa menentukan timing dan volume solar yang akan diinjeksikan ke sistem pembakaran. Ada beberapa sensor di dalamnya, yakni MAF & IAT Untuk mendeteksi massa dan suhu udara intake. MAP sensor Untuk mendeteksi kevakuman dalam intake manifold. CKP & CMP sensor Untuk mendeteksi kecepatan mesin untuk menentukan RPM dan timing mesin. Knock sensor Untuk mendeteksi engine knocking dalam mesin. Fuel rail pressure sensor untuk mendeteksi tekanan fuel rail. ECT sensor Untuk mendeteksi suhu mesin melalui air pendingin. App sensor Untuk mendeteksi seberapa dalam pedal gas yang diinjak oleh pengguna. 2. ECM ECM adalah akronim dari Engine Control Module. Biasa disebut juga sebagai ECU, fungsinya adalah prosesor utama mesin untuk melakukan berbagai perhitungan. Khususnya untuk menghitung jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam mesin. 3. Solenoid Actuator Solenoid actuator berguna sebagai penggerak nozzle di dalam injector. Dengan sistem kerja magnet yang ada di dalamnya, maka nozzle bisa terbuka hingga memiliki celah untuk tempat keluarnya Juga 5 Cara Menghilangkan Asap Putih Pada Mobil DieselItulah barisan fungsi komponen common rail dalam mesin diesel. AutoFamily jangan lupa untuk selalu melakukan perawatan mesin diesel secara berkala bersama Auto2000. Kunjungi Auto2000 Digiroom untuk informasi layanan purna jual lebih lengkap. Auto2000 Digiroom Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang tersebar di seluruh Indonesia. Temui kami di Media Sosial
Common Rail Adalah – Mesin diesel kekinian memakai common rail. Common rail ini adalah versi canggih teknologi pada mesin diesel. Lalu yang dimaksud common rail adalah? Istilah dari common rail berasal dari proses pendistribusian bahan bakar ke injektor memakai rail lajur yang digunakan bersama. Bahan bakar disalurkan lewat fuel rail dan terbagi ke setiap injektor yang tersambung dengan ruangan bakar di dalam silinder. Dengan kata lain pengontrolan sudah dilakukan menggunakan EDC. Untuk lebih jelasnya terkait common rail adalah baik fungsi, komponen, dan cara kerja akan diulas pada artikel berikut ini. Common rail adalah satu proses injeksi atau mekanisme bahan bakar yang dipakai pada mobil diesel. Konsep kerjanya serupa dengan elektronik fuel injection atau EFI pada mobil bensin. Mekanisme common rail terdiri dari beberapa komponen seperti fuel tank untuk simpan bahan bakar, filter bahan bakar fuel filter, suplai pump, high pressure pump, high pressure akimulator, injektor, katup pengontrol penekanan, sensor-sensor, dan elektronik driver kontrol EDC. Semua komponen itu bekerja dengan kolaborasi supaya common rail bisa penuhi keperluan bahan bakar dan proses kerja mesin diesel. Dengan demikian, pembakaran bahan bakar dapat terus terjadi dan mobil juga dapat berjalan mulus. Fungsi Common Rail Fungsi khusus mekanisme cara kerja common rail pada mobil diesel adalah untuk pastikan supaya injeksi bahan bakar dapat terus jalan. Selain itu, ada pula beberapa fungsi lain common rail adalah 1. Memasok Bahan Bakar Mesin mobil membutuhkan bahan bakar supaya bisa dioperasionalkan. Common rail berikut yang bekerja untuk memasok bahan bakar untuk mesin. Saat Anda isi bahan bakar, common rail akan menyimpan dalam fuel tank. Saat diperlukan, common rail akan ambil bahan bakar yang disimpan dan memprosesnya lewat proses pembakaran bahan bakar. 2. Memberi Penekanan pada Bahan Bakar Bahan bakar yang ada dalam fuel tank tidak dapat diinjeksikan demikian saja. Supaya bisa dipakai, bahan bakar membutuhkan penekanan dengan jumlah tertentu. Common rail lewat high pressure pump memberi penekanan pada bahan bakar agar capai high pressure akimulator. Dengan penekanan dari common rail, bahan bakar juga dapat dipakai di ruangan bakar. 3. Membagikan Bahan Bakar Tidak hanya fungsi diatas melainkan cara kerja common rail meliputi distribusi bahan bakar. Bahan bakar yang sudah dikasih penekanan harus diteruskan pada silinder-silinder mesin supaya mobil dapat terus jalan. Common rail membagikan bahan bakar bertekanan ini lewat pipa rail. 4. Atur Timing Injeksi Bahan Bakar Injeksi bahan bakar tidak dapat dilaksanakan secara sembarangan, harus dengan timing dan durasi waktu yang akurat. Supaya hal itu bisa terjadi, karena itu common rail diperlengkapi dengan EDC. Karena EDC, common rail dapat atur timing injeksi bahan bakar supaya sesuai cara kerja masing-masing silinder mesin mobil. Cara kerja common rail pada mobil diesel adalah dengan melakukan proses penekanan pada bahan bakar untuk selanjutnya diteruskan ke ruangan bakar. Semua prosesnya ditata oleh EDC supaya sesuai cara kerja silinder mesin. Cara Kerja Common Rail Saat ini masuk pada ulasan khusus berkenaan cara kerja common rail. Bila dibanding, sebetulnya cara kerja common rail dengan EFI pada mobil bensin cukup serupa. Ke-2 nya berperan untuk menginjeksikan bahan bakar diesel secara automatis pada mesin. Sebelumnya, bahan bakar yang diletakkan dalam fuel tank disedot oleh high pressure pump. Penekanan bahan bakar naik sampai capai high pressure akimulator atau pipa rail saat melewati high pressure pump. EDC selanjutnya atur supaya timing dan durasi waktu injeksi bahan bakar masih tetap sesuai keperluan mesin, kurang dan tidak kurang Baru kemudian bahan bakar dibakar di di dalam ruangan bakar. Dengan pembakaran ini, mesin mobil diesel dapat terus meluncur. Kebalikannya, bila mekanisme injeksi bahan bakar alami masalah, pembakaran juga tidak jalan normal. Mengakibatkan, mobil akan jalan tersendat-sendat atau bahkan juga berhenti. Diatas terkait ulasan mengenai common rail adalah baik fungsi, komponen, dan cara kerja. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.
JAKARTA, – Mesin diesel modern saat ini kebanyakan sudah menggunakan sistem commonrail baik pada kendaraan penumpang maupun niaga. Dibanding dengan mesin konvensional, commonrail diklaim memiliki kerja yang lebih optimal. Lalu sebenarnya apa sistem commonrail dan perbedaannya dengan mesin diesel konvensional?Instruktur Project Training Center PT Isuzu Astra Motor Indonesia Thomas A. Wijanarka mengatakan, commonrail merupakan sistem penyuntikan solar bertekanan tinggi yang dikontrol secara elektronik. Baca juga Respons Honda Soal Tantangan dari Kia Sonet Istimewa Isuzu Elf varian box“Sehingga jumlah, timing, dan tekanan injeksi diatur oleh Engine Control Module ECM. Sehingga kerjanya optimal yang membuat emisi lebih rendah, suara halus dan output maksimal, ucap Thomas dalam Webinar Basic Truck Bersama Isuzu, Jumat 13/11/2020. Perbedaan antara commonrail dengan konvensional, memiliki tekanan yang stabil. Kontrol injeksi bahan bakar di commonrail tidak terpengaruh putaran mesin dan beban kendaraan. Sedangkan konvensional, dipengaruhi oleh kedua faktor tadi. “Ibaratnya, dari pompa masuk dulu ke sisitem commonrail, sehingga tekanannya stabil. Berbeda dengan konvensional, dari pompa langsung ke injektor, jadi tergantung pada putaran mesin,” kata Thomas. Baca juga Fungsi Kaca Belakang pada Bus, Bukan untuk Akses Visual Saat Mundur Tekanan injeksi yang dikeluarkan dari sistem commonrail ini mencapai 200 Megapascal. Kecepatan injeksinya mencapai 1 milisekon dan jumlah injeksinya 50 mm kubik dengan plus minusnya 1 mm kubik, jadi sangat presisi. “Kepresisian injeksi ini yang membuat mesin dengan sistem commonrail lebih irit,” ucapnya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
sensor sensor pada mesin diesel common rail